14 Juli 2024

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Kapolda Sumbar Sebut Rekaman CCTV Terkait Kematian Afif Maulana Hilang: Cerita yang Beredar Hanya Wacana Tanpa Bukti

2 min read
Kapolda Sumbar sebut rekaman CCTV terhapus terkait kasus meninggalnya seorang siswa SMP Afif Maulana yang diduga dianiaya polisi.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono mengungkap fakta mengejutkan terkait kasus meninggalnya Afif Maulana.
Siswa SMP yang meninggal diduga dunia tewas dianiaya polisi ditemukan tak bernyawa di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang, pada 9 Juni 2024 lalu.
Pada konferensi pers yang digelar Minggu 30 Juni 2024 Suharyono menjelaskan bahwa rekaman CCTV hilang.
Rekaman tersebut hilang karena waktu penyimpanan otomatis pada kamera pengintai.
“Rekaman CCTV di Polsek Kuranji baru dibuka 14 hari setelah kejadian. Rekaman tersebut buka pada 23 Juni oleh ahli IT kami,” jelas Suharyono.
Sedangkan dari penelusuran ahli IT, rekaman CCTV tersebut hanya bisa terdeteksi hingga 13 Juni.
Sedangkan peristiwa terjadi pada 9 Juni. “Rekaman sebelum tanggal 13 sudah terhapus otomatis,” tambahnya.
Tim IT menyatakan bahwa hardisk kamera CCTV tersebut berkapasitas 1TB (terabyte) dengan waktu penyimpanan maksimal 11 hari.
“Data yang terekam hingga 13 Juni tidak terbaca lagi di memori CCTV,” ungkap Kapolda.
Kapolda juga menanggapi cerita yang beredar terkait tewasnya Afif diduga dianiaya polisi adalah wacana tanpa bukti.
“Cerita yang beredar hanya wacana tanpa bukti. Saat kejadian, polisi mengamankan 18 orang dan 20 sepeda motor, dan tidak ada Afif Maulana di antaranya,” jelasnya.
Propam Polda Sumbar menemukan adanya pelanggaran disiplin oleh anggota.
“Ada pelanggaran disiplin yang dilakukan anggota. Memang ada yang memukul, menyetrum, dan menendang,” jelas Kapolda.
“Jika ada informasi baru, silakan datang ke kami, kami sangat terbuka,” paparnya.
Berdasarkan hasil visum ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, termasuk luka lecet, memar, lebam, dan patah tulang punggung sebelah kiri yang menusuk paru-paru.
Luka yang menusuk paru-paru itulah yang menyebabkan Afif meninggal dunia.
Sebelumnya, Irjen Suharyono menjelaskan bahwa Afif Maulana meninggal dunia pada 9 Juni 2024.
Disebutkan bahwa Afif melompat dari Jembatan Sungai Kuranji untuk menghindari polisi karena diduga hendak melakukan tawuran. (*)
Sumber: kilat
Foto: Kolase Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono dan Afif Maulana (Instagram/@LBHPadang)