23 Juli 2024

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Rekaman CCTV Afif Maulana yang Diduga Tewas Dianiaya Oknum Polisi Terhapus, Netizen: Lagu Lama Banget

2 min read
Fakta baru seputar kematian Afif Maulana (13) diungkap Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono.
Afif Maulana yang ditemukan tewas di bawah jembatan aliran Batang Kuranji, Jl. Bypass KM 9, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu, 9 Juni 2024 lalu diduga merupakan korban penganiayaan oknum polisi.
Namun pernyataan tersebut dibantah langsung oleh Suharyono yang mengatakan bahwa Afif Maulana tewas karena melompat dari jembatan, bukan dianiaya polisi.
Suharyono pun mengungkap jika rekaman CCTV di Polsek Kuranji terkait insiden tersebut telah terhapus.
Melansir Instagram @fakta.indo, memori penyimpanan CCTV di Polsek Kuranji tersebut berkapasitas 1TB dengan waktu penyimpanan maksimal 11 hari.
Sementara, rekaman CCTV baru dibuka 14 hari setelah kejadian yang menyebabkan data yang terekam sudah terhapus secara otomatis.
“Rekaman tersebut dibuka pada 23 Juni oleh ahli IT kami. Data yang terekam hingga 13 Juni tidak terbaca lagi di memori CCTV,” ungkap Suharyono dikutip Kilat.com pada Senin, 1 Juli 2024.
Menurut Suharyono, narasi terkait tewasnya Afif Maulana yang dianiaya oknum polisi hanyalah spekulasi tanpa bukti.
“Saat kejadian, polisi mengamankan 18 orang dan 20 sepeda motor, dan tidak ada Afif Maulana di antaranya,” terangnya.
Meski begitu, Suharyono mengakui adanya pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh anggotanya.
“Ada pelanggaran disiplin yang dilakukan anggota. Memang ada yang memukul, menyetrum, dan menendang,” bebernya.
Menaggapi hilangnya rekaman CCTV saat peristiwa tersebut, netizen pun ramai-ramai berkomentar.
“DIHAPUS BUKAN TERHAPUS.!” komentar akun @timpxxx.
“Kenapa setiap kasus polisi, cctv nya selalu rusak,” tulis akun @robyxxx.
“Ah lagu lama banget.. udah kebaca kalo kasus yg menyangkut kepolisian pasti endingnya begini wkwk @divisihumaspolri @humaspoldasumbar,” timpal akun @suhermanxxx.
Sementara itu, berdasarkan hasil visum, Afif Maulana mengalami luka lecet, lebam, memar, hingga patah tulang punggung yang menusuk paru-paru.
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menduga telah terjadi aksi penganiayaan terhadap Afif Maulana dan juga 7 orang lainnya oleh oknum polisi dari anggota Sabhara Polda Sumbar.
Namun, Kapolda Sumbar menepis pernyataan tersebut dan menyebut bahwa tewasnya siswa SMP tersebut akibat melompat ke sungai dangkal.
Adapun 7 orang lainnya, yang terdiri dari 5 anak dan 2 orang dewasa (umur 18 tahun) mengaku mendapat penyiksaan berupa dicambuk, disetrum, dipukul, ditendang, hingga disundut rokok.
Bahkan mereka mengalami pelecehan dengan cara dipaksa berciuman sesama jenis. (*)
Sumber: kilat
Foto: Afif Maulana/net