24 Juli 2024

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Hacker Server PDN Mendadak Minta Maaf ke Indonesia, Sosok Ini Beberkan 4 Kemungkinan: Hacker-nya Kasihan…

2 min read
Terduga peretas atau hacker yang menyerang server Pusat Data Nasional (PDN) sementara menyampaikan permintaan maaf.
Melalui pernyataan yang dirilis dalam blog yang diunggah kembali akun X @stealthmole_int, sang hacker menyatakan akan merilis data yang diretas secara gratis pada Rabu, 3 Juli 2024 besok.
“Masyarakat Indonesia, kami meminta maaf atas fakta bahwa [serangan] ini berdampak ke semua orang,” bunyi keterangannya.
“Rabu ini, kami akan merilis semuanya secara gratis. Kami harap serangan kami membuat kalian sadar, pentingnya industri ini dan memiliki spesialis dalam bidangnya yang kompeten,” sambungnya.
Pernyataan terbuka yang dirilis oleh terduga hacker itu pun langsung menuai sorotan warganet.
Tak terkecuali akademisi sekaligus pegiat media sosial, Ardianto Satriawan yang menduga ada beberapa hal yang menjadikan sang hacker tiba-tiba menghentikan serangannya.
Dikutip dari akun X @ardisatriawan, Ardian membeberkan empat kemungkinan, antara lain:
1. Hackernya beneran kasihan sama kita, jadi dia kasih kunci dekripsi ransomwarenya, tapi beneran percaya?
2. Ransomnya, 8 juta dolar, dibayar sama pemerintah, tapi bikin deal di belakang untuk bikin pengumuman bahwa dia kasih gratis,
3. Untuk kemungkinan nomor 2 terjadi, maka ransom yang dibayar bisa jadi lebih dari yang diminta. Ada uang tutup mulut. Ini kan lawannya penjahat.
4. Kemungkinan nomor 1, tapi hackernya udah melakukan sesuatu sama datanya, misal dijual sebagai data breach di dark web. Ini udah 2 minggu lebih datanya kena kan?
Kendati demikian, keempat kemungkinan itu merupakan murni opini dari Ardianto.
Sementara itu, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum menanggapi secara resmi terkait pernyataan hacker tersebut
Diberitakan sebelumnya, server PDN terkena serangan siber dalam bentuk ransomware bernama brain chiper ransomware.
Tak hanya itu, sang hacker pun sempat meminta tebusan sebesar USD 8 juta atau Rp131 miliar.
Akibat dari serangan ini, 282 layanan publik di instansi pemerintah pusat dan daerah mengalami kelumpuhan. (*)
Sumber: kilat
Foto: Ilustrasi, hacker server PDN merilis pernyataan permohonan maaf. (Freepik)