24 Juli 2024

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Pakar IT Ini Duga Ada Kelompok Elit yang Jadi Dalang Utama Peretasan PDN: Punya Kekuatan Politik dan Finansial

2 min read
Pernyataan hacker diduga pelaku peretas PDN, Brand Cipher yang meminta maaf hingga akan mengembalikan data hasil peretasan saat ini masih menuai perhatian dari sejumlah pihak.
Baru-baru ini, Pakar IT Ridho Rahmadi menilai adanya kejanggalan terkait pernyataan dari hacker Brand Cipher yang diduga pelaku peretasan PDN tersebut.
Pasalnya, pernyataan terduga kuat pelaku peretasan PDN, hacker Brand Cipher berbanding terbalik di mana kelompok tersebut sempat meminta tebusan senilai 8 juta dolar AS atau sekitar lebih dari Rp100 miliar.
“Ini terlalu aneh, tidak masuk akal dan too good to be true,” kata Ridho melalui video yang diunggah di akun X-nya seperti dikutip Kilat.com Rabu, 3 Juli 2024.
Ridho mengungkapkan adanya dua kemungkinan terkait pernyataan dari hacker Brand Cipher yang diduga kuat sebagai pelaku peretasan PDN tersebut.
Di mana dirinya menduga Brain Cipher telah menerima bayaran dari sebuah kelompok untuk membuka kembali data PDN yang telah dicuri.
Tak hanya itu, Ridho juga memiliki kecurigaan lain di mana Brain Cipher telah mencuri sebagian data PDN.
“Brain Cipher ini sesungguhnya telah menerima tebusan atau bayaran dari kelompok tertentu dengan syarat mereka mengumumkan kepada publik bahwa mereka akan memberikan kunci secara gratis,” ujarnya.
“Jika kemungkinan pertama dan kedua tadi benar, maka ini mengkonfirmasi bahwa serangan yang dilakukan oleh Brain cipher kemarin adalah sebuah pesanan oleh kelompok tertentu yang menargetkan data-data penting yang itu berbahaya bagi mereka, bagi kelompok tertentu jika data tersebut terpublikasikan,” ungkapnya.
Dirinya menduga kelompok yang mempekerjakan Brain Cipher tersebut memiliki kekuasaan dan finansial mumpuni.
Sehingga kelompok elit tersebut kata Ridho, tidak melibatkan Kemenkominfo, BSSN maupun Telkom untuk mendapatkan akses PDN melalui Brand Cipher.
“Kelompok tersebut adalah kelompok elit dengan high profile memiliki kekuatan politik dan kekuatan finansial,” ucapnya.
“Sehingga kita saksikan sendiri bagaimana bingungnya dan saling lempar tanggung jawab antara Kemkominfo, BSSN, dan Telkom dan lain-lain dalam mitigasi tumbangnya PDN,” lanjutnya.
Ridho melanjutkan kelompok elit yang menyewa Brand Cipher tersebut bergerak secara gerilya dengan memanfaatkan kelemahan dari PDN yang didesain oleh Pemerintah.
“Kelompok elit ini bergerak dalam senyap, mereka menyuap broker dari dalam untuk membuka pintu menuju sistem PDN kemudian meminta Brain Cipher untuk masuk dan mengunci data menggunakan lockbit 3.0,” katanya.
“Setelah mereka berhasil mengamankan data-data tersebut, kini mereka memainkan skenario happy ending dengan meminta Brain Cipher mengumumkan kepada publik bahwa mereka akan memberikan kunci secara gratis,” tuturnya. (*)
Sumber: suara
Foto: Kelompok elit dan coding peretasan PDN. (Pixabay)