24 Juli 2024

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Habib Bahar bin Smith Tampil Sangar Tenteng Senapan, di Pekarangan Ada Mobil Korps Diplomatik Papua Nugini?

4 min read
Habib Bahar bin Smith memang dikenal sebagai sosok yang akrab dengan koleksi kendaraan mewah.
Dari berbagai jejak digital yang ada, tampak beragam macam kendaraan yang terparkir di pekarangan kedediamannya, dengan merek dan tipe yang berbeda-beda, dan ada yang unik terkait hal ini.
Dalam sebuah video unggahan kanal Sayyid Bahar Bin Sumaith Official, bulan lalu (7 Mei 2024), terlihat momen saat menenteng senjata sembari melintasi pekarangan.
Akun ini menyebutkan bahwa senjata tersebut merupakan senapan angin. Beberapa momen kemudian, ia menembakkan senapan tersebut ke botol air secara tepat sasaran.
Namun yang unik dari video tersebut adalah kendaraan yang tampak sekilas, sebuah sedan hitam mewah dengan plat nomor yang unik.
Mobil tersebut mengusung nopol CD 80 08. Dikutip dari situs resmi Daihatsu, kode CD 80 ini merujuk pada Korps Diplomatik atau kendaraan dinas dari negara Papua Nugini.
Habib Bahar bin Smith dan Volvo S80. (Youtube/Sayyid Bahar Bin Sumaith Official)
Namun sayangnya belum ada informasi terkait apakah mobil tersebut betulan pernah digunakan sebagai kendaraan dinas diplomat atau sekadar plat nomor “kustom”.
Terlepas dari itu, mobil tersebut sekilas tampak identik dengan Volvo S80.
Spesifikasi dan harga Volvo S80
Berdasarkan penelusuran tim Suara.com, di pasaran mobil bekas, harga kendaraan asal Swedia ini berada di angka 70 jutaan rupiah untuk keluaran lawas hingga 350 jutaan untuk yang berusia kurang dari sedekade.
Dilihat dari bentuknya, mobil tersebut disinyalir merupakan generasi pertama dari S80, yang dulunya diproduksi dari tahun 1998 hingga tahun 2006.
Dulu, mobil S80 punya beberapa pilihan mesin yang berbeda. Yuk, kita bahas lebih sederhana:
1. Mesin 2.4 Liter (104 kW / 141 PS / 139 bhp)
Ini adalah mesin lima silinder. Ada dua versi: yang menggunakan gas alam terkompresi (CNG) dan yang menggunakan liquefied petroleum gas (LPG). Versi yang disetel sepenuhnya menghasilkan daya sekitar 125 kW (170 PS / 168 bhp).
2. Mesin 2.9 Liter (144 kW / 196 PS / 193 bhp)
Mesin ini memiliki enam silinder. Kemudian ada mesin T6 dengan daya sekitar 200 kW (272 PS / 268 bhp). Terakhir, ada mesin Volkswagen 2.5 liter yang berasal dari mesin diesel Turbocharged Direct Injection (TDI). Mesin 2.9 liter memiliki enam silinder lurus, sementara T6 didukung oleh versi twin-turbocharged destroke.
3. Penambahan di Tahun 2000
Pada tahun 2000, ditambahkan mesin 2.5T dengan daya sekitar 149 kW (203 PS / 200 bhp). Model ini tersedia dengan penggerak semua roda standar dan menggunakan turbocharger tekanan ringan. Ada juga mesin 2.3T yang tersedia dalam versi Thailand.
4. D5 Diesel Common Rail
Akhir tahun 2001, diperkenalkan mesin diesel common rail lima silinder dengan daya sekitar 120 kW (163 PS / 161 bhp). Di beberapa pasar, mesin ini dijual sebagai 2.4D dengan daya yang disetel ke 96 kW (131 PS / 129 bhp).
Angka kode plat nomor CD dan asal negaranya
Perlu diketahui bahwa plat CD menurut Pasal 4 Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012, penggunaanya dibagi menjadi dua:
Kode CD, yang diikuti dengan angka kode negara, angka registrasi digunakan oleh Korps Diplomatik sebagai kendaraan dinas.
Kode CD, yang diikuti dengan angka kode negara, kode huruf P, angka registrasi digunakan oleh Korps Diplomatik untuk kepentingan kendaraan pribadi.
Berikut adalah kode plat nomor CD dari tiap negara, menurut situs resmi Daihatsu:
  1. Kode Plat CD 12: Amerika Serikat.
  2. Kode Plat CD 13: India.
  3. Kode Plat CD 14: Great Britain (Britania Raya/Inggris).
  4. Kode Plat CD 15: Vatikan.
  5. Kode Plat CD 16: Norwegia.
  6. Kode Plat CD 17: Pakistan.
  7. Kode Plat CD 18: Myanmar.
  8. Kode Plat CD 19: China.
  9. Kode Plat CD 20: Swedia.
  10. Kode Plat CD 21: Arab Saudi.
  11. Kode Plat CD 22: Thailand.
  12. Kode Plat CD 23: Mesir.
  13. Kode Plat CD 25: Filipina.
  14. Kode Plat CD 26: Australia.
  15. Kode Plat CD 27: Irak.
  16. Kode Plat CD 28: Belgia.
  17. Kode Plat CD 29: Uni Emirat Arab.
  18. Kode Plat CD 30: Italia.
  19. Kode Plat CD 31: Switzerland.
  20. Kode Plat CD 32: Jerman.
  21. Kode Plat CD 33: Sri Lanka.
  22. Kode Plat CD 34: Denmark.
  23. Kode Plat CD 35: Canada.
  24. Kode Plat CD 36: Brazil.
  25. Kode Plat CD 37: Rusia.
  26. Kode Plat CD 38: Afghanistan.
  27. Kode Plat CD 39: Yugoslavia.
  28. Kode Plat CD 40: Ceko.
  29. Kode Plat CD 41: Finlandia.
  30. Kode Plat CD 42: Mexico.
  31. Kode Plat CD 43: Hungaria.
  32. Kode Plat CD 44: Polandia.
  33. Kode Plat CD 45: Iran.
  34. Kode Plat CD 47: Malaysia.
  35. Kode Plat CD 48: Turki.
  36. Kode Plat CD 49: Jepang.
  37. Kode Plat CD 50: Bulgaria.
  38. Kode Plat CD 51: Kamboja.
  39. Kode Plat CD 52: Argentina.
  40. Kode Plat CD 53: Rumania.
  41. Kode Plat CD 54: Yunani.
  42. Kode Plat CD 55: Yordania.
  43. Kode Plat CD 56: Austria.
  44. Kode Plat CD 57: Syria.
  45. Kode Plat CD 58: UNDP (United Nations Development Programme) atau Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
  46. Kode Plat CD 59: New Zealand.
  47. Kode Plat CD 60: Belanda.
  48. Kode Plat CD 61: Yaman.
  49. Kode Plat CD 62: UPU (Universal Postal Union) atau Kesatuan Pos Sedunia.
  50. Kode Plat CD 63: Portugal.
  51. Kode Plat CD 64: Algeria.
  52. Kode Plat CD 65: Korea Utara.
  53. Kode Plat CD 66: Vietnam.
  54. Kode Plat CD 67: Singapura.
  55. Kode Plat CD 68: Spanyol.
  56. Kode Plat CD 69: Bangladesh.
  57. Kode Plat CD 70: Panama.
  58. Kode Plat CD 75: Korea Selatan.
  59. Kode Plat CD 80: Papua Nugini.
  60. Kode Plat CD 81: Nigeria.
  61. Kode Plat CD 82: Chile.
  62. Kode Plat CD 87: Columbia.
  63. Kode Plat CD 88: Brunei Darussalam.
  64. Kode Plat CD 98: Maroko.
  65. Kode Plat CD 101: Tunisia.
  66. Kode Plat CD 102: Kuwait.
  67. Kode Plat CD 103: Laos.
  68. Kode Plat CD 104: Palestina.
  69. Kode Plat CD 107: Libya.
  70. Kode Plat CD 108: Peru.
  71. Kode Plat CD 109: Slovakia.
  72. Kode Plat CD 110: Sudan.
  73. Kode Plat CD 130: Azerbaijan.
Sumber: suara
Foto: Habib Bahar bin Smith dan Volvo S80. (Youtube/Sayyid Bahar Bin Sumaith Official)