Gedung Jantung Kanujoso Belum Optimal, Kaltim Masih Bergantung pada Rujukan Luar Daerah
Ket. Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.
Samarinda – Menyusul meningkatnya jumlah pasien penyakit jantung di Kalimantan Timur, Gedung Jantung Terpadu RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo sejatinya menjadi pintu utama perubahan layanan kesehatan spesialis di wilayah ini.
Namun kegelisahan mulai muncul, sebab fasilitas tersebut terancam belum dapat bekerja penuh akibat kebutuhan anggaran operasional yang belum terpenuhi.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menyebut persoalan ini bukan sekadar teknis, tetapi bisa berdampak langsung pada kemampuan daerah mengurangi ketergantungan rujukan kesehatan ke luar daerah.
“Kalau anggaran tambahan tidak segera disiapkan, operasionalnya bisa terhambat. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat yang membutuhkan layanan jantung,” ungkapnya, Senin (8/12/2025).
Kaltim selama ini menghadapi tekanan layanan jantung, terutama karena peningkatan pasien rujukan dari kota dan kabupaten lain.
Di sisi lain, tidak semua pasien mampu mengakses layanan spesialis ke luar kota karena biaya yang cukup tinggi.
Menurut Damayanti, pembangunan gedung modern tidak otomatis menjamin pelayanan berjalan optimal jika peralatan penunjang dan kebutuhan operasional tidak didukung penuh oleh pemerintah.
“Gedung ini investasi jangka panjang, tapi tanpa peralatan dan dukungan anggaran, manfaatnya tidak akan maksimal,” katanya.
Isu akses layanan juga mendapat sorotan. Dalam banyak kasus, masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah menghadapi hambatan biaya ketika membutuhkan tindakan spesialis.
Karena itu, ia menilai penguatan pembiayaan negara adalah syarat memastikan fasilitas ini benar-benar inklusif.
“Kami berharap fasilitas ini tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar bisa dimanfaatkan secara luas tanpa beban biaya berlebihan,” tegasnya.
Damayanti meminta koordinasi lebih erat antara Pemprov Kaltim, DPRD, dan manajemen RSUD Kanujoso agar penyiapan anggaran tidak terlambat.
Bila kebutuhan pendanaan dipenuhi, gedung ini dinilai berpeluang menjadi pusat rujukan jantung regional dan mempercepat penanganan penyakit jantung yang angkanya terus meningkat di Kaltim.
Dengan begitu, fasilitas ini tidak sekadar bangunan baru, tetapi menjadi penopang layanan kesehatan strategis dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada layanan kesehatan luar daerah. (Adv/DprdKaltim)
The post Gedung Jantung Kanujoso Belum Optimal, Kaltim Masih Bergantung pada Rujukan Luar Daerah first appeared on Beritakaltimterkini.com.