3 April 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Kaltim Masih Sibuk Menyelamatkan Setelah Banjir Terjadi, Bukan Mencegah Sebelum Datang

Ket. Foto: Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu.

Samarinda — Setiap musim hujan datang, Samarinda, Kukar, hingga Paser kembali dibanjiri air. Namun pola respons pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dinilai tetap sama dari tahun ke tahun, mengevakuasi warga, memperbarui data kerusakan, hingga menggelar rapat penanganan darurat.

Justru yang tidak tampak adalah langkah pencegahan jangka panjang yang mengatur aliran sungai lintas wilayah di Kaltim. Tanpa mekanisme pengelolaan tunggal, semua pihak bergerak sendiri-sendiri mengikuti batas administratif, bukan mengikuti logika wilayah sungai.

Situasi tersebut kini mendorong DPRD Kalimantan Timur menyusun aturan baru soal pengelolaan sungai. Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, menyebut kebutuhan regulasi itu muncul karena pola penanganan banjir masih “memadamkan api”, bukan mencegah titik api muncul.

“Selama ini kita bertindak ketika banjir sudah terjadi, bukan sebelum,” ujarnya, Minggu (7/12/2025).

Demmu mengatakan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota selama ini menjalankan program sungai masing-masing sesuai kewenangan.

Padahal, satu sungai bisa melintasi beberapa daerah sekaligus sehingga dampaknya tidak bisa dibatasi hanya oleh wilayah administratif.

“Pemprov memang punya data teknis, tapi penanganan tetap terkotak-kotak,” ungkapnya.

Ia mencontohkan kondisi Samarinda dan Kukar yang berbagi aliran sungai besar, namun penanganannya masih berhenti pada level daerah masing-masing. Akibatnya, perbaikan di satu titik tidak menjamin wilayah hilir ikut aman.

“Kalau hanya memperbaiki bagian tertentu, daerah lain tetap berisiko,” tambahnya.

Menurut Demmu, langkah penyusunan regulasi hanyalah awal. Yang lebih penting adalah keberanian pemerintah menyatukan arah dan menghentikan pola penanganan banjir sebagai rutinitas tahunan yang diulang tanpa perubahan.

“Ini soal bagaimana kita keluar dari pola darurat terus-menerus,” tutupnya. (Adv/DprdKaltim)

The post Kaltim Masih Sibuk Menyelamatkan Setelah Banjir Terjadi, Bukan Mencegah Sebelum Datang first appeared on Beritakaltimterkini.com.