20 Februari 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

‎Dua Peristiwa Tenggelam di Kota Jayapura Telan 3 Korban Jiwa, Kapolresta “Waspada Ombak bila Wisata Pantai”

‎Polresta Jayapura Kota,– Dalam kurun waktu dua hari terakhir, telah terjadi dua peristiwa laka laut (tenggelam) di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

‎Peristiwa pertama terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026, sekitar pukul 11.35 WIT di kawasan Pantai Base’G bagian kiri, Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara. Dua korban laki-laki masing-masing Virgo (28) dan Charles (22), mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jayapura, dilaporkan tenggelam saat berenang.

‎Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian para korban berenang kemudian terseret arus, korban kedua berusaha memberikan pertolongan namun ikut terseret dan tenggelam.

‎Tim SAR gabungan dari Direktorat Polairud Polda Papua, Polresta Jayapura Kota, Polsek Jayapura Utara serta Basarnas Kota Jayapura melakukan pencarian. Korban Charles ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada sore harinya. Sementara korban Virgo ditemukan pada Kamis, 19 Februari 2026, sekitar pukul 15.10 WIT dan selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Tk. III Jayapura.

‎Peristiwa kedua terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026, sekitar pukul 12.20 WIT di Pantai Holtekamp Kilometer 11 Distrik Abepura. Korban diketahui bernama Kaibu (58) meninggal dunia setelah terseret ombak saat berupaya menyelamatkan seorang anak yang lebih dahulu terbawa arus.

‎Korban sempat dibawa keluarga ke Rumkital dr. Soedibjo Sardadi Jayapura, namun berdasarkan hasil pemeriksaan medis dinyatakan telah meninggal dunia dalam perjalanan.

‎Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR saat dikonfirmasi via telepon selulernya membenarkan adanya dua peristiwa tersebut yang terjadi dalam dua hari berturut-turut dan menelan total tiga korban jiwa.

‎“Benar, dalam dua hari ini terdapat dua kejadian laka laut di wilayah Kota Jayapura yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban,” ujar Kapolresta.

‎Lebih lanjut Kapolresta menegaskan bahwa sebagian besar kejadian tenggelam dipicu oleh kondisi gelombang yang cukup kuat, serta adanya aktivitas berenang yang tidak memperhitungkan arus ombak.

‎“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar saat berwisata di pantai agar memperhatikan ombak tinggi, arus kuat, maupun cuaca yang tidak bersahabat. Jangan memaksakan diri dan selalu utamakan keselamatan,” tegas KBP Fredrickus.

‎Kapolresta juga mengedukasi masyarakat agar memperhatikan beberapa hal saat rekreasi di pantai, antara lain:
‎- Selalu memantau kondisi cuaca dan gelombang sebelum berenang.

‎- Tidak berenang sendirian dan tetap dalam pengawasan keluarga atau teman.

‎- Segera meminta bantuan apabila melihat tanda-tanda bahaya atau orang yang terseret arus.

‎Sebagai langkah preventif, Polresta Jayapura Kota melalui Satuan Polairud intens melakukan patroli di kawasan perairan dan pantai, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna pemasangan papan peringatan di titik-titik rawan.

‎“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama. Rekreasi adalah untuk kebahagiaan, bukan untuk mempertaruhkan nyawa. Mari kita lebih bijak dan waspada saat beraktivitas di wilayah perairan,” tutup Kapolresta KBP Fredrickus Maclarimboen.(*)

‎Penulis : Subhan