Polsek Tembagapura Laksanakan Sambang Ke Sekolah Waa Banti Untuk Pantau Pantau Proses Belajar Mengajar
Polda Papua Tengah – Polres Mimika. Personel Polsek Tembagapura melaksanakan kegiatan sambang ke Sekolah Waa Banti yang terletak di Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura, Kegiatan ini bertujuan untuk memantau secara langsung jalannya proses belajar mengajar, dan menciptakan situasi aman dan nyaman. Jumat (30/5) pagi.
Kegiatan sambang dimulai pukul 09.00 WIT dan berlangsung hingga pukul 11.00 WIT, dengan melibatkan empat personel Polsek Tembagapura yakni Kanit Patroli Ipda Ramli, S.H., Unit Reskrim Aiptu Anton, Kanit Patroli Aipda Muh. Irwan, serta Bhabinkamtibmas Bripka Lebu Tadan.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.20 WIT, personel langsung memantau kegiatan belajar mengajar di dalam kelas yang saat itu sedang dilaksanakan oleh Guru Yohanes, S.Pd. Diketahui, kegiatan proses belajar mengajar berjalan lancar meskipun hanya dihadiri oleh empat siswa.
Dalam koordinasi yang dilakukan bersama Bapak Yohanes, diperoleh sejumlah informasi penting terkait kondisi sekolah, di antaranya , Kepala Sekolah, Ibu Serly, saat ini sedang berada di Solo untuk mendampingi anaknya yang sedang menjalani pengobatan, Jumlah tenaga pengajar di Sekolah Waa Banti tercatat sebanyak lima orang, termasuk Kepala Sekolah, namun saat ini hanya tinggal satu guru aktif di tempat. Guru terakhir yang masih berada di lokasi, yakni Bapak Yohanes, berencana turun ke Timika pada Senin, 5 Juni 2025 untuk masa libur nasional. Proses belajar mengajar akan aktif kembali pada 15 Juli 2025, namun jadwal tersebut masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan dan Govrel.
Terkait jumlah peserta didik, data yang di dapatkan , Siswa tingkat Taman Kanak-kanak (TK) terdata sebanyak 30 orang, namun yang aktif hanya 20 anak. Siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) terdata 70 anak, dengan 25 siswa aktif, dan tidak terdapat siswa untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA).
Polsek Tembagapura berharap dengan adanya sambang ini, koordinasi antara pihak kepolisian dan dunia pendidikan di wilayah pedalaman seperti Kampung Waa Banti dapat terus terjalin, demi mendukung kelangsungan pendidikan anak-anak Papua.