18 April 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Kemhan Koordinasi dengan Kementerian/Lembaga Terkait Usai Insiden Penembakan WNI oleh Polisi Timor Leste

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait usai insiden penembakan terhadap seorang warga negara Indonesia (WNI), Paulus Taek Oki, oleh anggota Unit Patroli Perbatasan (UPF) Timor Leste, pada Senin (25/8) lalu.

Penembakan terjadi di sekitar Patok Provinsi 36, dengan titik koordinat Co. 51L.650456-8959699, Dusun Nino, Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Ninulat.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan RI Brigjen Frega Wenas Inkiriwang mengatakan, Kemhan akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kementerian Luar Negeri, TNI serta beberapa kementerian/lembaga lain guna memastikan korban mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Kenang Mahar Mardjono, Prabowo: Saat Jadi Tentara Otak Saya Pernah Diperiksa

“Juga terkait penjagaan keamanan wilayah dan penyelesaian persoalan melalui jalur diplomatik resmi,” kata Frega dalam keterangannya, dikutip Kamis (28/8).

Kemhan RI juga menyesalkan insiden penembakan terhadap Paulus Taek Oki di daerah perbatasan RI-RDTL. “Dan kami akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait,” tutur Frega.

Melansir keterangan resmi Kemlu RI, penembakan bermula saat 24 warga Dusun Nino, Desa Inbate, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, melaksanakan kegiatan gotong royong membuka lahan untuk persiapan penanaman jagung di sekitar patok Provinsi 36, pada Senin sekira pukul 09.00 WITA.

Pada saat bersamaan, tim survei perbatasan dari Timor Leste melakukan kunjungan ke wilayah perbatasan desa Inbate, Timor Tengah Utara.

Tim Timor Leste terdiri dari dua pejabat dinas pertanahan dan lima pengawal bersenjata lengkap dari polisi perbatasan (UPF).

Baca Juga: Presiden Prabowo akan Berpidato di PBB Setelah Donald Trump dan Lula da Silva

“Pada prinsipnya, kegiatan survei tersebut berada dalam payung kegiatan survei gabungan antara Timor Leste dan Indonesia (joint field survey). Namun, pada tanggal tersebut, tim survei Timor Leste bergerak lebih awal tanpa tim survei Indonesia,” tulis keterangan resmi Kemlu RI.

Insiden tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi dan kesalahpahaman antara tim pembangunan patok Timor Leste dengan masyarakat Indonesia di wilayah Inbate.

Tim survei Timor Leste tiba di lokasi tanpa didampingi tim dari Indonesia, sedangkan masyarakat setempat masih menolak pembangunan patok batas tersebut sehingga terjadi ketegangan yang memicu penembakan. (nma)

The post Kemhan Koordinasi dengan Kementerian/Lembaga Terkait Usai Insiden Penembakan WNI oleh Polisi Timor Leste appeared first on Indonesiadefense.com | Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini Hankam Dan TNI.