Polres Tolikara dan Brimob BKO Respon Cepat Pembukaan Pemalangan Jalan Akibat Pertikaian Antar Warga Distrik
Tolikara, Papua Pegunungan — Polres Tolikara bersama Brimob BKO bergerak cepat merespons terjadinya aksi saling lempar antar warga Distrik Air Garam yang berimbas pada aksi pemalangan jalan oleh sekelompok warga Distrik Karubaga. Sabtu, (29/11/2025).
Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H.,M.H melalui Kasat Samapta Ipda Eko Haryanto S.H menjelaskan bahwa terjadinya pertikaian tersebut bermula dari permasalahan antar warga desa Distrik Air Garam yang berujung saling melempar batu, akibat dari hal tersebut turut berimbas kepada masyarakat karubaga yang tidak terima dan melakukan aksi pemalangan jalan yang berlokasi di depan Pasar Sentral Karubaga.
Menurut salah satu masyarakat karubaga yang belum diketahui identitasnya, mereka tidak terima atas ketidaknyamanan yang dibuat oleh warga Air Garam, warga karubaga sangat tenang dan saling menjaga keamanan, akibat ulah mereka keluarga dari salah satu masyarakat karubaga yang berada di lokasi tersebut ikut terkena lemparan batu.
Pemalangan jalan yang sempat menghambat arus lalu lintas ini mendapat respon dari personel Polres Tolikara dan Brimob BKO. Tampak dalam kegiatan di lapangan, sejumlah personel melakukan pendekatan dialogis kepada warga yang melakukan pemalangan. Para personel membentuk barisan siaga sambil memberikan himbauan agar situasi tetap kondusif.
Dalam proses penanganannya, Kasat Samapta Ipda Eko Haryanto S.H, didampingi Kapolsek Karubaga Ipda Eka Januarachman, S.H, bersama dengan Kasubbag Begpal Bag Log Ipda Victor Gebze, KBO Sat Resnarkoba Ipda Lesmani, Kaur Mintu Sat Intelkam Ipda Alfred Y. Arebo, Danton Brimob BKO Yabes Baransano dan personel gabungan lainnya turun ke lapangan dan berdialog langsung dengan warga karubaga yang duduk berkumpul di badan jalan depan pasar sentral karubaga. Upaya komunikasi persuasif tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya konflik dan menjaga stabilitas keamanan di Karubaga.
Petugas juga mengamankan area sekitar guna memastikan tidak terjadi eskalasi yang lebih besar. Setelah mendapatkan pemahaman dan kesepakatan bersama dengan warga, pemalangan berhasil dibuka kembali tanpa adanya tindakan represif.
Dengan dibukanya pemalangan ini, akses transportasi kembali normal dan situasi di lokasi berangsur kondusif. Polres Tolikara mengimbau masyarakat dari semua pihak agar menahan diri, menghindari provokasi, serta menyerahkan penanganan masalah kepada aparat keamanan demi menjaga ketertiban umum.