29 April 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Mediasi Masalah Perempuan di Mapolres Tolikara Berujung Kericuhan, Polisi Sigap Redam Aksi Saling Lempar

Tolikara, Papua Pegunungan – Suasana mediasi penyelesaian masalah perempuan antarwarga yang digelar oleh Satuan Binmas di Mapolres Tolikara sempat memanas. Aksi saling baku lempar antara dua kelompok masyarakat pecah di halaman Mapolres, sehingga menimbulkan ketegangan dan mengganggu jalannya proses mediasi. Selasa (20/1/2026),

Sebelum kericuhan tersebut terjadi didapati informasi, saat mediasi pihak korban, YW (suami) menyampaikan keterangan bahwa istrinya MW, sebelumnya meminta izin untuk pergi berbelanja kebutuhan pokok ke Karubaga. Namun, sang istri tidak kembali ke rumah selama kurang lebih sembilan bulan, hingga akhirnya YW (suami) mendengar kabar bahwa istrinya telah menikah dengan pria lain.

Menanggapi hal tersebut, pihak istri memberikan klarifikasi. MW menyampaikan bahwa suaminya telah menikah lagi (beristri dua), sementara dirinya memiliki hubungan keluarga dengan istri kedua dari sang suami, pihak perempuan kembali menegaskan bahwa ia merasa diperlakukan tidak adil karena adanya pilih kasih antara istri pertama dan istri kedua. Merasa tidak mendapat perhatian, ia meninggalkan rumah dan tidak kembali selama dua tahun, hingga akhirnya menikah dengan pria lain.

Atas keterangan tersebut kedua belah pihak saling cekcok dan tersulut emosi yang mengakibatkan terjadinya kericuhan yang di tandai dengan aksi saling serang melempar batu. Meski demikian, situasi tidak berlangsung lama setelah aparat Kepolisian Resor Tolikara bergerak cepat mengendalikan keadaan.

Pihak kepolisian dengan sigap melakukan pengamanan dan langkah persuasif (SOP) guna mencegah konflik meluas. Sejumlah personel diterjunkan untuk memisahkan kedua belah pihak dan menenangkan massa agar tidak terjadi bentrokan susulan.

Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H,.M.H didampingi Kasat Binmas Ipda Kasrim, SE menyatakan pihaknya telah melakukan upaya penggalangan dengan melibatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah menghadirkan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA), Demi Kogoya, untuk membantu menenangkan situasi serta menjembatani komunikasi antara kedua belah pihak yang berseteru.

“Pendekatan secara adat dan kekeluargaan menjadi kunci dalam meredam emosi warga. Meski telah dilakukan komunikasi, kedua belah pihak yang berseteru masih belum berdamai, sehingga kami dari pihak Kepolisian melakukan siaga guna mencegah terjadinya bentrokan susulan,” ujar Kapolres Tolikara.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di wilayah kota karubaga khususnya di Mapolres Tolikara terpantau aman terkendali, sementara kedua belah pihak yang berseteru masih saling waspada (berjaga) satu sama lain.

Pihak Polres Tolikara mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya kedua belah pihak yang berseteru agar menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penyelesaian melalui jalur musyawarah. Kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah kota karubaga kabupaten tolikara.

Penulis : Ardi