Pertikaian Antar Kelompok di Kwamki Narama, Tiga Warga Terluka dan Satu Rumah Dibakar
Polda Papua Tengah – Polres Mimika .Telah terjadi pertikaian antar kelompok masyarakat antara Kelompok Dang dan Kelompok Newegalen di Kampung Meekurima, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, pada Sabtu sore. Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang warga mengalami luka akibat terkena panah serta satu unit rumah papan milik warga terbakar. Sabtu (11/04/2026).
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.10 WIT,setelah proses adat dari pihak Kelompok Dang, mereka melakukan ritual adat yang disebut “buang suara/panah” dengan cara berlari menuju perbatasan wilayah antara kedua kelompok. Di garis perbatasan terjadi saling serang menggunakan panah. Dalam insiden tersebut, terjadi pembakaran terhadap satu unit rumah papan milik Gembala Penius Kulla.
Dalam kejadian tersebut, tiga warga dari Kelompok Dang mengalami luka, yakni MK (43) yang terkena panah di paha kiri, JA (27) luka pada tumit kaki kanan, serta DA (27) yang mengalami luka pada bagian kepala dan kaki. Ketiganya telah mendapatkan penanganan medis di IGD RSUD Kabupaten Mimika dan dalam kondisi sadar serta stabil.
Salah satu korban, MK dijadwalkan menjalani operasi untuk pengangkatan anak panah. Selain korban luka, satu unit rumah papan milik Penius Kulla, seorang gembala, turut terbakar dalam insiden tersebut. Saat kejadian, korban mengaku mendengar teriakan massa sebelum akhirnya melihat rumahnya telah dilalap api.
Aparat gabungan dari Polres Mimika bersama Brimob Yon B Mimika langsung merespons kejadian dengan mendatangi lokasi serta melakukan pengamanan, yang di pimpin langsung Akp Akp Henri Alfredo Korwa, S.I.K.,M.H. ( Kabag Ops Polres Mimka) dan juga turut serta, Akp Gatot Tri Gunawan, S.H ( Kasat Intelkam), Akp Anwar M, S.E. ( Kasubbag Binops ), Naftali Edwin Hanuaebu (kepala Distrik Kwamki), Iptu Fransiskus Tethool, S.E. M.H (Kasat samapta polres Mimika), Thobias Yawame, (kadistrik tembagapura).
Hingga saat ini, situasi di Distrik Kwamki Narama telah kondusif, namun aparat keamanan masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama agar bersama-sama menahan diri serta mengedepankan penyelesaian secara damai guna mencegah terjadinya konflik lanjutan.