16 April 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

‎Gerak Cepat Polres Tolikara Tangani Konflik Di Bokondini, Senpi Yang Dirampas Berhasil Di Ambil Kapolres Tolikara

‎‎Tolikara – Bokondini, Papua Pegunungan – Aksi keributan antar masyarakat yang terjadi di Desa Mairini, Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara pada Selasa (14/04/2026) berujung pada penyerangan terhadap personel Polsek Bokondini serta perampasan satu pucuk senjata api milik anggota. Namun, berkat langkah cepat dan pendekatan humanis yang dilakukan Polres Tolikara, situasi kini berangsur kondusif dan senjata api berhasil dikembalikan. Rabu ( 15/04/2026).

‎Peristiwa yang bermula pada Selasa (14/04/2026) pukul 09.00 WIT tersebut terjadi pada saat berlangsungnya kedukaan meninggalnya almarhum Denius Penggu di Desa Mairini. Sekitar pukul 12.45 WIT, terjadi perdebatan antar keluarga terkait penyebab meninggalnya almarhum yang kemudian memicu ketegangan.

‎Situasi semakin memanas pada pukul 13.40 WIT ketika massa dari beberapa kampung seperti Desa Donggem, Abimbak, Kurip, dan Kaneunuk datang melayat sambil melakukan aksi pelemparan dan penebangan pohon di sekitar lokasi. Hal tersebut memicu aksi saling serang antar kelompok masyarakat menggunakan batu, senjata tajam, dan panah.

‎Mendapat laporan dari masyarakat, pada pukul 13.55 WIT personel Polsek Bokondini langsung menuju tempat kejadian perkara untuk melerai keributan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Personel bahkan terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara, yang justru memicu amarah massa hingga berujung pada penyerangan terhadap anggota menggunakan batu dan senjata tajam.

‎Dalam situasi tersebut, personel melakukan penyelamatan diri. Salah satu anggota, Aiptu Dominggus Gannaran, sempat terpisah dan dikejar massa hingga mengalami penganiayaan. Pada saat itu, satu pucuk senjata api jenis revolver dengan nomor seri XK250621 miliknya dirampas oleh seorang warga yang diketahui bernama Apapu Pagawak, yang memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

‎Akibat kejadian tersebut, empat personel Polsek Bokondini mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis, sementara satu warga atas nama Ereki Wunungga (18) meninggal dunia akibat keributan tersebut dan hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan/otopsi di RSUD Wamena.

‎Pasca kejadian, sekitar pukul 14.20 WIT hingga 14.35 WIT, Polsek Bokondini melaporkan situasi kepada Polres Tolikara, termasuk adanya potensi penyerangan lanjutan ke Mapolsek. Menyikapi hal tersebut, Kabag Ops AKP Fransiskus Taborat, S.H., segera mengumpulkan personel dan melaksanakan apel kesiapan pada pukul 15.15 WIT.

‎Selanjutnya, pada pukul 16.05 WIT, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., bersama Kabag Ops Akp F. Taborat S.H dan 22 personel bergerak menuju Distrik Bokondini guna melakukan penebalan kekuatan serta pengamanan wilayah.

‎Memasuki hari kedua, Rabu (15/04/2026), Polres Tolikara melalui Satuan Intelkam melaksanakan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) guna mendalami kronologi kejadian secara menyeluruh. Selain itu, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw S.H,M.H, juga memimpin langsung pertemuan bersama tokoh adat, tokoh agama, pemerintah distrik, dan unsur TNI di Mapolsek Bokondini.

‎Dalam arahannya, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw S.H,M.H,menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan serta mengimbau agar senjata api yang dirampas dapat segera dikembalikan.

‎“Kami hadir untuk menjamin keamanan masyarakat. Kami berharap para tokoh dapat membantu berkomunikasi dengan warga agar senjata api tersebut segera dikembalikan,” tegas Kapolres.

‎Ajakan tersebut mendapat respons positif dari para tokoh masyarakat yang langsung melakukan pendekatan secara kekeluargaan kepada pelaku. Hasilnya, pada pukul 11.33 WIT, satu pucuk revolver beserta enam butir amunisi yang dirampas berhasil dikembalikan di Mapolsek Bokondini dan diterima langsung oleh Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw S.H,.M.H bersama Kabag Ops F. Taborat S.H.

‎Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw S.H.,M.H, menyampaikan apresiasi atas peran aktif para tokoh masyarakat dalam membantu menjaga stabilitas keamanan.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat. Ini bukti bahwa setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kebersamaan,” ujar Kapolres.

‎Diketahui, pengembalian senjata api tersebut dilakukan melalui pendekatan persuasif terhadap pelaku yang memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

‎Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 12.33 WIT dalam keadaan aman dan kondusif. Polres Tolikara menegaskan akan terus mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, serta memperkuat sinergitas bersama masyarakat guna menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Tolikara.


‎Penulis : Ridwan
Editor : Ardi