Edukasi Humanis Polisi untuk Pelajar, Sat Lantas Polres Tolikara Sambangi SMP YPPGI Karubaga
Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan — Upaya menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini terus dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Tolikara. Pada Jumat (24/4/2026), kegiatan edukatif dan humanis digelar di SMP YPPGI Karubaga, menyasar para pelajar sebagai generasi penerus yang diharapkan menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIT ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Tolikara, IPTU Febri Yudha Asmara, S.H, bersama tiga personel Sat Lantas lainnya. Rombongan berangkat dari Mapolres dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 WIT, disambut hangat oleh pihak guru dan siswa.
Dalam suasana penuh keakraban, Kasat Lantas membuka kegiatan sosialisasi dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh para siswa. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh sisi kesadaran dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan.
“Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Adik-adik adalah generasi masa depan, dan dari sekarang harus memahami pentingnya tertib berlalu lintas,” ujar IPTU Febri Yudha Asmara dalam penyampaiannya.
Ia menekankan beberapa poin penting, di antaranya pemahaman dasar peraturan lalu lintas, pentingnya penggunaan helm, serta sikap disiplin saat berkendara maupun sebagai pejalan kaki. Tak hanya itu, sesi tanya jawab juga digelar, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dan menyampaikan rasa ingin tahu mereka.
Salah satu siswa mengaku senang dengan kegiatan tersebut. “Kami jadi tahu kenapa harus pakai helm dan tidak boleh kebut-kebutan. Ternyata itu untuk keselamatan kami sendiri,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung sekitar 30 menit ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara polisi dan masyarakat, khususnya dunia pendidikan. Pada pukul 11.20 WIT, rombongan Sat Lantas kembali ke Mako Polres Tolikara.
Kasat Lantas berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Melalui edukasi seperti ini, kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini. Harapannya, angka kecelakaan bisa ditekan dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis kepolisian mampu membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif, khususnya bagi generasi muda di Tolikara.