Pemkab Nduga Salurkan Dana Hibah Otsus Rp15 Miliar untuk 15 Gereja
KENYAM, 1–2 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan iman dan pelayanan rohani masyarakat. Bupati Nduga, Yoas Beon, S.IP, didampingi Wakil Ketua II DPRK Nduga, Nus Ganikmeye, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp15 miliar kepada 15 denominasi gereja yang ada di Kabupaten Nduga. Bantuan tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua.
Penyerahan berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (1–2 Juni 2026), dengan suasana penuh sukacita. Setiap gereja menerima bantuan dengan nominal berbeda sesuai kebutuhan pembangunan. Empat gereja memperoleh masing-masing Rp1 miliar, delapan gereja menerima Rp500 juta, dan sisanya mendapatkan Rp300 juta.
“Setiap gereja kami bantu paling tinggi ada yang Rp1 miliar untuk 4 gereja, ada 8 gereja yang nilainya Rp500 juta, dan sisanya Rp300 juta. Bantuan ini agar semua denominasi gereja bisa membangun tempat beribadah demi peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Bupati Yoas Beon.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan kantor klasis GKI Wilayah Kenyam. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan disaksikan masyarakat, tokoh gereja, dan jemaat, sehingga transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga.

Sambutan Hangat Jemaat dan Masyarakat
Dalam setiap penyerahan, Bupati dan rombongan disambut dengan antusias oleh jemaat. Bahkan, di beberapa gereja masyarakat menyambut dengan tarian adat sebagai bentuk syukur atas perhatian pemerintah.
“Masyarakat menyambut luar biasa. Tidak ada kendala dalam pembagian, justru kami mendapat apresiasi dari semua denominasi gereja. Pemerintah Kabupaten Nduga percaya bahwa sedikit berkat yang kami salurkan akan menjadi kekuatan besar bagi pelayanan gereja,” ungkap Bupati Yoas.
Bantuan Sesuai Kebutuhan Nyata
Bupati menegaskan bahwa bantuan hibah ini diberikan berdasarkan hasil survei dan data kebutuhan nyata di lapangan. Ada gereja yang baru memulai pembangunan fondasi, ada yang sudah berdiri namun masih kekurangan fasilitas seperti pastori, ruang TK, kursi, dan bangku jemaat.
“Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Bantuan benar-benar sesuai kebutuhan yang dihimpun dari data lapangan. Kami juga menjelaskan kondisi keuangan daerah agar jemaat memahami bahwa dana Otsus terbatas, sehingga setiap bantuan harus digunakan sebaik-baiknya demi pelayanan kepada Tuhan,” jelasnya.
Dana Otsus Jadi Sumber Utama
Bupati Yoas menambahkan bahwa seluruh bantuan ini murni bersumber dari Dana Otonomi Khusus Papua. Tidak ada tambahan dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun sumber lain. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memanfaatkan dana Otsus secara tepat guna, khususnya dalam mendukung pembangunan rohani masyarakat.

Harapan ke Depan
Bupati berharap bantuan ini dapat mempercepat pembangunan sarana ibadah dan memperkuat pelayanan gereja di seluruh wilayah Nduga. Dengan dukungan pemerintah, gereja diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan iman sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin setiap gereja di Nduga memiliki sarana ibadah yang layak. Dengan demikian, pelayanan rohani semakin kuat dan masyarakat semakin kokoh dalam iman. Ini adalah bagian dari komitmen kami membangun Nduga yang beriman, sejahtera, dan penuh kasih,” tutup Bupati Yoas Beon.
The post Pemkab Nduga Salurkan Dana Hibah Otsus Rp15 Miliar untuk 15 Gereja first appeared on pembaruanpapua.com.
