15 Juni 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Nasib Lurah Digerebek Mesum Bareng Cewek Open BO dalam Kantor Kelurahan, Kini Dinonaktifkan

Dua lurah di Kendari digerebek warga berbuat mesum dengan wanita open BO. Dua lurah ini nekat melakukan tindakan tak senonoh di dalam Kantor Keluarahan pada Jumat (12/6/2026). 
Mereka digerebek oleh warga dan nyaris diamuk massa.
Identitas kedua lurah itu yakni, Lurah Poasia inisial ZM dan Lurah Talia berinisial RAK.
Sementara dua wanita muda yang dipesan daring atau open boking out (BO) via aplikasi kencan adalah CIS (21) dan ANI (18).
Saat diinterogasi polisi, Lurah Poasia, ZM membenarkan meminta stafnya berinisial JI untuk memesan wanita.
Tujuannya untuk menemani ZM minum minuman keras.
Ia juga tak menampik tengah bersama Lurah Talia, RAK.
ZM mengaku memesan wanita itu hanya untuk teman minum, bukan berhubungan badan.
Bahkan, saat hendak digerebek warga, ZM mengaku belum sempat minun minuman keras.
“Tapi, kita belum minum pak,” katanya kepada petugas kepolisian, Sabtu (13/6/2026), dilansir TribunSultra.com.
Lurah Poasia itu juga menegaskan, belum sempat bercinta dengan wanita yang menemaninya.
Buntut dari tindakan tak terpuji, kedua oknum lurah itu dinonaktifkan dari jabatannya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kendari, Alfian membenarkan hal tersebut.
Alfian mengatakan, saat ini, surat penonaktifan Lurah Poasia dan Lurah Talia sedang diajukan ke Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.
Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bakal menunjuk pelaksana tugas (Plt).
“Iya lagi diajukan ke pimpinan, tapi yang pasti akan dinonaktifkan dan ditunjuk plt,” katanya dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Sabtu (13/6/2026).
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula saat Lurah Poasia meminta seorang staf kelurahan berinisial JI untuk mencarikan wanita panggilan sebagai teman minum.
Melansir TribunSultra.com, JI lantas mencarikan wanita melalui aplikasi kencan.
Ia pun menemukan wanita berinisial CIS (21) yang menawarkan teman kencan dengan berbagai pelayanan seksual.
Dalam proses negosiasi, JI meminta CIS untuk datang bergabung dalam pesta minum, namun belum ditentukan kesepakatan.
CIS meminta bayaran sebesar Rp700 ribu untuk layanan ditemani minum dan berhubungan badan.
Beberapa menit kemudian, JI kembali menghubungi CIS.
JI meminta CIS untuk mengajak satu rekannya sesama wanita menemani Lurah Talia.
CIS kemudian mengajak temannya inisial ANI (18).
Rencananya, CIS akan menemani oknum Lurah Poasia, sedangkan ANI menemani Lurah Talia.
Selanjutnya, Lurah Poasia meminta kedua wanita itu datang ke kantornya menggunakan taksi online.
Saat diinterogasi polisi, CIS mengaku heran lokasi minum minuman keras berada di Kantor Kelurahan.
“Saya juga bingung, awalnya dia bilang minum di penginapan tapi pas tiba kok kantor,” kata CIS saat diinterogasi polisi, Sabtu (13/6/2026).
CIS dan rekannya kemudian dipersilakan masuk ke dalam ruangan yang gelap, di sana sudah ada Lurah Talia.
Lurah Poasia lalu meminta JI meninggalkan mereka agar leluasa.
Perasaan CIS pun mulai tak tenang. Ia menaruh curiga hingga akhirnya meminta bayaran diselesaikan sebelum minum.
Ternyata bayaran yang dijanjikan tak sesuai dengan kesepakatan awal.
Lurah Poasia meminta Rp200 ribu untuk ditemani minum. CIS pun menolak, perdebatan terjadi.
“Siapa yang mau dibayar hanya Rp200 ribu untuk minum dan ditiduri,” tutupnya.
Warga Dengar Teriakan
Teriakan CIS saat perdebatan itu ternyata didengar oleh warga. Dari sinilah kelakuan tak pantas Lurah Poasia dan Lurah Talia terungkap.
“Wanita ini berteriak karena bayaran tidak sesuai, kesepakatan awal Rp 300 ribu per wanita, tapi ternyata hanya dibayar Rp 200 ribu per orang,” beber warga berinisial W, dilansir Kompas.com.
Karena mendengar teriakan mencurigakan dari dalam kantor kelurahan, warga pun berbondong-bondong berdatangan.
Warga pun tersulut emosinya saat melihat dua pejabat desa di Kendari itu sedang berduaan dengan wanitanya masing-masing.
Beruntung, amarah warga berhasil diredam sebelum situasi menjadi lebih anarkis.
“Warga mengamuk tapi tidak bagaimana juga. Menurut informasi, dua wanita itu tak tahu kalau lokasi tersebut kantor kelurahan, mereka kira penginapan karena lampu dimatikan,” bebernya.
Mendapat laporan itu, Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Polisi lantas mengamankan kedua oknum lurah bersama dua wanita tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengonfirmasi penggerebekan tersebut.
“Benar sudah kami amankan. Sudah kita berikan imbauan kamtibmas supaya (warga) tidak anarkis dan tidak main hakim sendiri,” kata AKP Welliwanto saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2026).
Pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua oknum lurah bersama dua wanita muda tersebut.