Jangan Berhenti di Hotel Sultan, Pemerintah Harus Berani Ambil Alih Lapangan Golf Ottolima
Pemerintah diminta tidak berhenti untuk melakukan penertiban kawasan Senayan Jakarta hanya kepada satu aset negara.
Pemerintah harus berani mengambil alih lapangan golf Senayan Avenue by Ottolima Senayan Golf Club yang diketahui dikelola Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan.
Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo menanggapi langkah Pemerintah saat mengeksekusi lahan dan bangunan Hotel Sultan di kawasan Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK).
“Saya katakan tidak hanya di Hotel Sultan saja tapi pihak-pihak lain yang masih menguasai milik atau hak negara atau aset-aset lain di kawasan Senayan yang masih dipakai atau dimiliki oleh swasta mungkin sudah habis haknya pemerintah harus berani mengambil,” kata Rudianto kepada wartawan, Senin 22 Juni 2026.
Rudianto memastikan mendukung sikap tegas pemerintah untuk mengambil alih kembali aset-aset negara yang selama ini dikuasai oleh pihak swasta.
Menurut Legislator Partai Nasdem ini, negara tidak boleh kalah dari pihak swasta yang menguasai aset negara seperti lapangan golf Senayan Avenue by Ottolima Senayan Golf Club.
“Tidak boleh negara kalah dari swasta-swasta tersebut karena itu menjadi hak negara atau hak pemerintah,” imbuh Rudianto.
Dengan demikian, Rudianto berharap, sikap tegas pemerintah mengambil alih aset negara yakni lahan dan bangunan Hotel Sultan di kawasan Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK) dapat menjadi alarm baik.
“Mudah-mudahan ini menjadi alarm baik dalam rangka kemudian pengembalian seluruh aset-aset milik pemerintah yang selama ini dikuasai oleh pihak-pihak swasta yang mana pengelolaannya sudah habis kontraknya kan,” pungkasnya.
Sumber: rmol
Foto: Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo. (Foto: RMOL)
