MPLS di Kota Jayapura Dipastikan Tak Ada Praktek Perploncoan
JAYAPURA-Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026 telah dilaksanakan seluruh sekolah di Kota Jayapura baik di tingkat SD, SMP maupun SMA/SMK.
Selamat lima hari pelaksanaan MPLS di Kota Jayapura yang dimulai pada tanggal 6 Juli dan berakhir pada tanggal 10 Juli 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura memastikan tidak ada praktek perploncoan selama kegiatan MPLS.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena melalui Pengawas Sekolah untuk SMA Negeri 4 Jayapura, Dr. Kresensia Lesomar, M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan MPLS tahun 2026 di Kota Jayapura berjalan dengan tertib, aman dan lancar.
Kresensia Lesomar juga mengakui bahwa seluruh sekolah yang ada di Kota Jayapura khususnya tingkat SMA/SMK telah melaksanakan MPLS sesuai dengan Permendikdasmen No.12 Tahun 2026.
“Pelaksanaan MPLS tahun ini sesuai dengan Permendikdasmen No.12 Tahun 2026. Dimana sekolah melaksanakan MPLS secara ramah. Artinya tidak ada lagi sistem perploncoan, tidak ada lagi penggunaan atribut yang seperti dulu,” tegasnya usai penutupan kegiatan MPLS Murid Baru SMAN 4 Jayapura, Jumat (10/7).
Pemkot Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura menurutnya berharap dalam pelaksanaan MPLS materi yang diberikan lebih mengarah pada pertumbuhan karakter, serta mengenali potensi setiap anak atau peserta didik.
“Kita tahu bahwa semua anak mempunyai potensi baik itu bakat dan minat,” tuturnya.
Terkait pelaksanaan MPLS di SMAN 4 Jayapura, dirinya memberikan apresiasi kepada pihak SMAN 4 Jayapura yang telah melaksanakan MPLS sesuai dengan Permendikdasmen No.12 Tahun 2026.
Bahkan dirinya melihat, pihak sekolah bisa melihat dan menggali bakat yang dimiliki anak didiknya melalui kegiatan MPLS.
“Terbukti tadi, anak-anak sudah menampilkan bakat dan minat mereka. Baik itu yang dilombakan secara individu maupun kelompok. Kami berharap pelaksanaan MPLS ini bukan sekedar seremonial, tetapi sebagai wadah bagi anak-anak kita mengenal keluarga barunya,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, M.Pd., menyampaikan bahwa setelah melakukan penerimaan siswa baru tahun 2026, pihaknya telah menerima 614 orang siswa baru.
Widya juga menyampaikan bahwa siswa baru yang terdiri dari 270 orang putra dan 344 putri ini juga telah mengikuti MPLS sejak tanggal 6 Juli 2026.
Dalam kegiatan MPLS ini seluruh peserta mendapat materi-materi yang telah diatur dan ditetapkan dalam Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026.
“Materi yang wajib diberikan yaitu sesuai Permendikdasmen No.12 Tahun 2026 antara lain Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Aktivitas Pagi Ceria, sopan santun bermedia sosial, budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun,” ungkap Widya usai penutupan kegiatan MPLS Murid Baru SMAN 4 Jayapura, Jumat (10/7).
Selain materi wajib tersebut, pihaknya juga bekerja sama antara lain dengan BNN dan TPPKS Kota Jayapura.
“Materi tambahan yang kami berikan diantaranya terkait bahaya penyalahgunaan Narkoba, ada juga materi terkait perundangan dan Adiwiyata,” bebernya.
Widya juga menyampaikan bahwa MPLS tahun 2026 yang digelar SMAN 4 Jayapura secara umum berjalan sesuai rencana dan jadwal yg ditetapkan. Bahkan menurutnya seluruh peserta yang merupakan siswa/siswi baru sangat bersemangat dan memiliki disiplin yang tinggi selama mengikuti MPLS.
Ditambahkan bahwa pelaksanaan MPLS tahun 2026 ini sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Dimana menurut Widya pelaksanaannya lebih difokuskan pada pembentukan karakter peserta didik.
“MPLS bukan akhir dari segalanya melainkan langkah awal perjalanan selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMAN 4 Jayapura,” pungkasnya.
Di tempat yang sama ketua Panitia Kegiatan MPLS Murid Baru SMAN 4 Jayapura, Felicia Revita, S.Pd., menyampaikan bahwa selain materi wajib yang telah ditetapkan dari Kementerian Pendidikan, pihaknya juga memberikan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan salah satunya materi terkait perundangan atau bullying.
“Bullying atau perundangan sering terjadi di lingkungan anak sekolah. Oleh sebab itu sebagai upaya pencegahan di sekolah kami, kami memasukan materi bullying dari TPPKS Kota Jayapura. Kami juga memperkenalkan tentang tata tertib di sekolah serta sarana dan prasarana yang ada termasuk dewan guru, pegawai dan seluruh staf di sekolah,” ungkap Felicia.
Felicia juga menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan BNN untuk memberikan materi kepada peserta MPLS.
“Melalui materi dari BNN ini kami mau membentuk pondasi bagi anak-anak, biar mereka tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak dinginkan,” tambahnya.(nat)
The post MPLS di Kota Jayapura Dipastikan Tak Ada Praktek Perploncoan first appeared on pembaruanpapua.com.