13 Juli 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Aparat Sita Celana Dalam Emas dalam Operasi Antikorupsi terhadap Pejabat Irak

Sebuah operasi antikorupsi besar-besaran yang digelar pemerintah Irak berujung geger. Aparat penegak hukum menyita barang bukti fantastis berupa celana dalam dan kutang emas bertabur permata dari rumah mewah seorang politikus perempuan.
Mengutip media Turki, Haberler, Sabtu (11/7/2026), tindakan tegas ini merupakan bagian dari pembersihan rasuah maraton selama tiga bulan terakhir. Sejauh ini, sedikitnya 47 pejabat tinggi Irak, termasuk anggota parlemen dan birokrat elite, telah resmi dijebloskan ke tahanan atas dugaan kasus suap serta penyalahgunaan dana publik.
Modus Mewah Politikus Perempuan
Barang bukti pakaian dalam emas tersebut ditemukan saat aparat komisi antikorupsi Irak menggerebek kediaman Hind Al Abbasi pada akhir Juni lalu. Selain celana dalam dan kutang emas bertatahkan permata, petugas juga menyita balok-balok emas murni seberat 27 kilogram.
Tak berhenti di situ, uang tunai senilai US$57 juta turut diamankan dari rumah mewah legislator perempuan tersebut. Meski nama Hind Al Abbasi tercantum resmi di situs web Parlemen Irak, pihak berwenang sejauh ini masih mendalami keterangan lebih lanjut dan belum merilis pernyataan resmi secara mendetail.
Uang Rp361 Miliar Diselundupkan dalam Galon Air
Gebrakan tim antikorupsi Irak di wilayah Baghdad dan sekitarnya juga berhasil membongkar siasat licik mantan Wakil Menteri Perminyakan, Ali Al Jumaili. Petugas dibuat terbelalak saat menggeledah rumah Al Jumaili di Tikrit.
Media Irak, Channel 8, melaporkan bahwa petugas menemukan tumpukan uang tunai senilai total Rp361 miliar yang dikemas dan disembunyikan di dalam galon-galon air demi mengecoh petugas keuangan. Rincian dana ilegal tersebut terdiri atas 25 miliar dinar Irak (setara Rp343 miliar) dan US$1 juta (setara Rp18 miliar).
Secara keseluruhan dari tangan Al Jumaili, Dewan Kehakiman Tinggi Irak mengonfirmasi penyitaan US$10 juta tunai, 3 miliar dinar Irak, perhiasan emas, puluhan senjata laras panjang, serta maklumat penyegelan terhadap sekitar 40 aset properti.
Seretan Pejabat Kakap Terus Bertambah
Hingga saat ini, badai penangkapan telah menjaring tujuh anggota parlemen aktif dan puluhan pejabat publik tingkat tinggi ke balik jeruji besi. Operasi ini menjadi salah satu penindakan kasus korupsi terbesar dalam sejarah modern Irak.
Perdana Menteri Irak Ali Al Zeidi menegaskan kabinetnya tidak akan memberikan ruang kompromi sedikit pun bagi para pelaku kejahatan kerah putih. Ia juga memberikan sinyal kuat bahwa operasi pembersihan ini akan terus dikembangkan dan siap membidik nama-nama besar lainnya dalam waktu dekat.