13 Juli 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Abang Yaqut Maju Lagi Jadi Caketum PBNU: Saya Masih Punya ‘Utang’ yang Belum Lunas

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengungkap alasan kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026.
Gus Yahya mengatakan keputusannya kembali maju bukan semata-mata untuk mempertahankan jabatan. Menurutnya, masih ada sejumlah amanah dan janji yang belum sempat dituntaskan selama memimpin PBNU.
“Dulu saya maju sebagai Ketua Umum PBNU dengan janji-janji untuk melakukan sejumlah hal. Tapi karena keadaan, ada beberapa hal yang belum terlaksana. Seandainya dalam keadaan normal semua yang saya janjikan selesai sebelum muktamar,” kata Gus Yahya saat bersilaturahmi di PPBU Tambakberas, Jombang, Minggu (12/7/2026).
Karena itu, ia merasa masih memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan janji-janji tersebut apabila kembali memperoleh mandat memimpin organisasi.
“Makanya saya minta waktu untuk melunasi utang. Jika diberi waktu. Nah, kalau tidak diberi waktu berarti utang saya dianggap lunas. Sehingga tidak akan ditagih lagi di yaumul hisab (hari penghitungan),” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyampaikan rasa syukurnya atas keputusan menjadikan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU.
Menurutnya, pesantren tersebut memiliki nilai historis yang sangat penting bagi Nahdlatul Ulama karena merupakan tempat kelahiran salah seorang pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah.
“Saya sangat bahagia bahwa tercapai keputusan pelaksanaan Muktamar NU di Pesantren Tambakberas Jombang,” katanya.
Ia berharap Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dengan penuh keberkahan serta berada dalam naungan doa para ulama dan para muassis Nahdlatul Ulama.
“Karena Tambakberas ini tempat lahirnya pendiri NU Kiai Wahab Hasbullah. Insyaallah harapan muktamar dinaungi berkah ulama dan muassis, membesarkan hati kami. Semoga menghasilkan keputusan yang membawa maslahat bagi jamiyah, bagi negara, bagi umat, serta bagi kemanusiaan,” tuturnya.