Korban Tewas Gempa Venezuela Sudah Lebih dari 5.000 Orang
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang pantai Karibia Venezuela bulan lalu telah melampaui 5.000 jiwa.
Jumlah korban diperkirakan akan bertambah karena pihak berwenang terus menemukan jenazah dari reruntuhan.
Presiden Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, mengatakan, 5.069 orang kini telah dipastikan tewas dan sebagian besar berada di negara bagian pesisir La Guaira, tempat gempa bumi menyebabkan kerusakan terburuk.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Omon-omon Indonesia Segera Luncurkan Motor Listrik Nasional
Sebanyak 16.740 orang lainnya terluka, meskipun Rodriguez mengatakan sebagian besar telah dipulangkan dari rumah sakit.
Jumlah korban terus meningkat seiring tim penyelamat membersihkan bangunan yang runtuh dan mencapai daerah-daerah yang sulit diakses pada hari-hari kacau usai bencana.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5, yang terjadi dalam waktu satu menit pada 24 Juni, menghancurkan La Guaira, di utara Caracas.
Baca Juga: Vietnam Ambyar! Timnas Voli Putra Indonesia Tatap Final SEA V Cup 2026, Hadapi Underdog Kamboja
Negara bagian pesisir ini merupakan rumah bagi bandara internasional utama Venezuela, pelabuhan utama, dan ratusan menara apartemen, yang sebagian atau seluruhnya runtuh.
“Lebih dari 1.300 gempa susulan telah tercatat sejak saat itu,” kata pihak berwenang setempat, melansir Al Jazeera, Sabtu 17 Juli 2026.
Sekitar 20.000 orang masih mengungsi, banyak yang tinggal di tempat penampungan yang penuh sesak tanpa akses yang memadai ke air bersih atau sanitasi. ***
Sumber: konteks
Foto: Gempa kembar Venezuela membuat ribuan orang meninggal dunia. (Istimewa)
