5 Fakta Viral Bocah Palembang Mengaku Dipukul Oknum Polisi saat Main Layang
Kasus dugaan kekerasan terhadap seorang bocah laki-laki di Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV dan video pengakuan korban viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, bocah tersebut mengaku dipukul dari belakang oleh seorang pria yang diduga merupakan anggota kepolisian saat sedang bermain layang-layang. Peristiwa itu memicu beragam reaksi masyarakat hingga mendorong kepolisian melakukan penyelidikan.
Berikut lima fakta yang diketahui hingga saat ini.
1. Peristiwa Terjadi saat Korban Bermain Layang-layang
Insiden tersebut terjadi di Jalan Ki Marogan, Lorong Porka, Kecamatan Kertapati, Palembang, pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, korban terlihat sedang bermain layang-layang ketika didatangi seorang pria. Tak lama kemudian, bocah itu tampak terkena pukulan di bagian kepala sebelum pria tersebut meninggalkan lokasi.
2. Korban Mengaku Dipukul Dua Kali hingga Pusing
Dalam video yang direkam keluarganya, bocah tersebut mengaku dipukul dua kali dari arah belakang saat sedang asyik bermain.
“Tadi lagi main layangan, digebuk kepalanya dua kali. Sakit kepala aku, sampai pusing,” kata korban dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Saat ditanya alasan dirinya dipukul, korban mengaku tidak mengetahui penyebabnya.
Ia mengatakan sama sekali tidak berinteraksi dengan pria yang diduga memukulnya sebelum kejadian.
3. Keluarga Sebut Anak Mengalami Trauma
Ibu korban kemudian mengunggah rekaman CCTV sekaligus video pengakuan anaknya ke media sosial.
Dalam unggahan tersebut, ia meminta perhatian Kapolda Sumatera Selatan dan Bidang Propam Polri agar dugaan kekerasan terhadap anaknya diproses sesuai aturan.
Menurut keluarga, selain mengeluhkan sakit kepala, korban juga mengalami trauma psikologis dan takut keluar rumah setelah kejadian.
4. Polisi Benarkan Terduga Pelaku Anggota Polsek Kertapati
Setelah video viral, Kapolsek Kertapati membenarkan bahwa pria yang terekam dalam CCTV merupakan anggota Polsek Kertapati berinisial Aipda AS.
Dalam penjelasan awal, Aipda AS mengakui sempat menyentuh atau menepuk kepala bocah tersebut. Namun, motif dan kronologi lengkap masih didalami oleh pihak kepolisian.
5. Kasus Kini Didalami dan Jadi Sorotan Publik
Kasus ini mendapat perhatian luas karena melibatkan dugaan tindakan kekerasan terhadap anak yang diduga dilakukan aparat penegak hukum.
Publik di media sosial mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional. Kepolisian menyatakan proses pemeriksaan terhadap anggota yang bersangkutan sedang berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Perkembangan penanganan kasus ini masih terus dinantikan, termasuk hasil pemeriksaan internal kepolisian dan langkah lanjutan terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi.
Sumber: suara
Foto: Rekaman cctv polisi memukul bocah di Kertapati Palembang, Sumatera Selatan
