Ngeri! Iran Terang-terangan Bongkar Akal Bulus Amerika di Balik Perang Timteng
Pemerintah Iran membongkar manuver politik Amerika Serikat yang sengaja memakai isu senjata nuklir demi menghancurkan kedaulatan negara tersebut.
Tudingan intelijen Washington mengenai adanya kompleks nuklir rahasia dinilai semata-mata menjadi rekayasa alibi untuk melancarkan agresi militer terbuka.
Gertakan militer terkini langsung datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam bakal menggempur kawasan Pickaxe Mountain dekat Natanz.
Ancaman rudal tersebut dinilai bukan sekadar gertakan diplomatik, melainkan bukti nyata permusuhan berlarut terhadap lompatan teknologi serta sains Teheran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa seluruh aktivitas pengembangan energi atom mereka terdaftar secara transparan di Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Sikap agresif Washington yang terus mengincar infrastruktur vital jelas melanggar Piagam PBB serta rentetan resolusi Dewan Keamanan.
Baghaei mengutuk keras cara-cara intimidasi militer yang sengaja dipakai untuk melumpuhkan kemandirian teknologi bangsa Iran.
“Serangan-serangan itu menunjukkan permusuhan yang mendalam dari AS terhadap kemajuan ilmiah dan perkembangan teknologi Iran,” kata Baghaei di platform media sosial X, dikutip dari Anadolu.
Ia menjamin seluruh fasilitas pemrosesan uranium milik negara selalu terbuka untuk diinspeksi secara berkala oleh tim independen IAEA.
Tuduhan adanya markas nuklir tersembunyi di Kolang Kouh ditegaskan sebagai propaganda palsu demi memuluskan aksi sabotase.
Rakyat Iran dipastikan bakal bersatu padu pasang badan demi membela keselamatan serta kedaulatan tanah air mereka dari perlawanan asing.
“Rakyat Iran berdiri teguh dan bersatu, siap menghadapi dengan segenap kekuatan setiap tindakan permusuhan AS atau pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan nasional negara mereka,” tegas Baqaei.
Aksi saling serang antara kedua pihak sejauh ini telah memicu kehancuran hebat di berbagai titik pangkalan strategis.
Militer Iran tidak tinggal diam dengan membalas menggempur pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan bersenjata ini merusak proses diplomasi yang sebelumnya dimediasi oleh Pakistan pada Juni lalu.
Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran telah meletus secara terbuka sejak Februari lalu dan memicu krisis keamanan regional.
Upaya rekonsiliasi sebenarnya sempat memunculkan harapan ketika kedua negara menyetujui kerangka perdamaian berkat mediasi diplomatik Pakistan.
Namun, agresi militer bertubi-tubi yang dilancarkan Washington kembali membakar ketegangan dan mengancam membatalkan seluruh prospek kesepakatan damai permanen.
Sumber: suara
Foto: Rudal Iran (Tasnimnews)
