Dinsos Papua Pegunungan Bersama YKKMP Salurkan 2 Ton Beras untuk Korban Konflik di Wamena, Pengungsi Sinakma dan Wouma Jadi Prioritas
WAMENA – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Yayasan Keadilan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak konflik dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 2 ton beras dari Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada keluarga pengungsi di wilayah Sinakma dan Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (23/7/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respons pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga dari Suku Lani serta warga Wouma–Kurima yang hingga kini masih merasakan dampak konflik sosial dan terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, mengatakan bahwa bantuan tersebut diprioritaskan bagi keluarga yang benar-benar kehilangan tempat tinggal dan masih berada di lokasi pengungsian.
Menurutnya, penyaluran bantuan harus tepat sasaran agar dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kalau ada keluarga yang masih memiliki stok ubi atau beras, jangan mengambil bagian dari bantuan ini. Bantuan ini khusus diperuntukkan bagi saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang mengungsi dari satu tempat ke tempat lain akibat konflik,” ujar Yanius saat menyerahkan bantuan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling peduli dan menjaga rasa kebersamaan di tengah situasi yang masih membutuhkan perhatian semua pihak.
Selain itu, Yanius berharap pemerintah pusat maupun berbagai pihak lainnya dapat terus memberikan dukungan sehingga bantuan kemanusiaan dapat berlanjut.
“Dalam situasi seperti ini kita banyak berdoa kepada Tuhan agar masih ada bantuan lanjutan yang bisa kita salurkan kepada masyarakat ke depan. Pemerintah akan terus berupaya mencari dukungan agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi,” katanya.
Dalam penyalurannya, bantuan dibagi secara merata, yakni 1 ton beras untuk masyarakat Suku Lani dan 1 ton beras bagi warga Wouma–Kurima. Pembagian tersebut dilakukan dengan pengawasan pemerintah daerah bersama Yayasan Keadilan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) serta perwakilan dari Kementerian Sosial RI untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang berhak.
Di sela-sela kegiatan, Yanius juga mengimbau seluruh masyarakat agar menjaga situasi keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik baru.
“Mari kita tetap tenang dan menjaga keamanan bersama. Konflik yang terjadi sebelumnya harus menjadi pelajaran. Jangan lagi ada perang atau pertikaian yang merugikan masyarakat. Yang kita butuhkan sekarang adalah persatuan, kedamaian, dan saling membantu,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat yang mewakili para penerima bantuan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Kementerian Sosial RI, dan YKKMP atas perhatian yang diberikan kepada warga pengungsi.
Mereka berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut mengingat masih banyak keluarga yang belum sepenuhnya pulih akibat dampak konflik, baik dari sisi ekonomi maupun kebutuhan pangan sehari-hari.
Sebelumnya, Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan bersama YKKMP juga telah menyalurkan 3 ton beras bantuan dari Kementerian Pertanian RI kepada masyarakat terdampak konflik di Wamena. Penyaluran bantuan secara bertahap tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mempercepat proses pemulihan pascakonflik di wilayah Papua Pegunungan.
Pemerintah berharap melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat, kondisi keamanan di Wamena dapat terus membaik sehingga para pengungsi dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dengan aman dan damai.
The post Dinsos Papua Pegunungan Bersama YKKMP Salurkan 2 Ton Beras untuk Korban Konflik di Wamena, Pengungsi Sinakma dan Wouma Jadi Prioritas first appeared on pembaruanpapua.com.