Update BNPB, 38 Orang Meninggal Dunia dan Puluhan Bangunan Rusak Akibat Gempa NTT
Oposisi Cerdas | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data sementara hingga pukul 15.00 WIB, tercatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58.24 WIB.
“Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 korban jiwa yang meninggal dunia kemudian 2 jiwa luka berat 11 luka ringan,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa data korban merupakan data sementara dan masih dapat berubah seiring proses verifikasi dan validasi oleh BPBD bersama unsur terkait.
Sebab, setiap perkembangan data akan disampaikan berdasarkan hasil pendataan resmi di lapangan.
Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat sekitar lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri.
“Sebagian besar warga melakukan evakuasi menyusul guncangan kuat dan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama,” kata Berton.
Dari aspek kerusakan, sementara tercatat 54 unit rumah rusak berat, sembilan unit rumah rusak sedang dan 11 unit rumah rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah serta enam kantor pemerintahan.
Di Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan cukup signifikan, yakni 29 unit rumah rusak berat, sembilan unit rumah rusak sedang dan sembilan unit rumah rusak ringan.
Selain itu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan. Sementara di Kabupaten Manggarai Timur tercatat 23 unit rumah rusak berat.
Lalu, di Kabupaten Nagekeo, dampak sementara meliputi dua unit rumah rusak berat, satu unit rusak sedang dan dua unit rusak ringan, dua fasilitas ibadah mengalami rusak ringan dan lima kantor pemerintahan terdampak. Kondisi terkini di wilayah tersebut, arus lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan dan listrik masih padam.
Di wilayah lainnya, Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur juga ada masyarakat yang terdampak akibat gempa.
Sumber: rmol
Foto: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto./Dok Istimewa
