17 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram

Oposisi Cerdas | Nama Susanah mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya dan berbagai platform media sosial. Sosoknya mencuri perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menyebutkan namanya dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat (14/8) pekan lalu.
Dalam pidato tersebut, terselip narasi mengenai seorang buruh bernama Susanah yang disebut-sebut melakukan pekerjaan kupas bawang dengan upah fantastis, yakni Rp700 ribu per kilogram.
Pernyataan orang nomor satu di Indonesia tersebut sontak memicu gelombang reaksi dari warganet. Di platform X dan TikTok, spekulasi bermunculan.
Banyak warganet yang mempertanyakan kebenaran angka tersebut, sementara sebagian lainnya menjadikannya bahan candaan mengenai lowongan kerja “dream job” dengan gaji yang melampaui standar upah minimum manapun.
Namun, setelah ditelusuri lebih mendalam, fakta mengenai profesi dan penghasilan Susanah ternyata jauh dari apa yang tersampaikan dalam pidato kenegaraan tersebut. Narasi mengenai kupas bawang Rp 700 ribu tersebut terbukti tidak akurat.
Siapa Sebenarnya Susanah?
Susanah adalah perempuan berusia 38 tahun yang tinggal di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Alih-alih hidup dalam kemewahan upah ratusan ribu rupiah per kilogram, realitas kehidupan Susanah justru berada di garis kemiskinan yang memprihatinkan.
Keluarga terdekat Susanah memberikan klarifikasi bahwa ia bukan merupakan seorang pengupas bawang sebagaimana yang ramai diperbincangkan.
“Dia sehari-hari kerja sebagai penjahit kain majun,” kata Wina, kakak ipar Susanah, Senin (17/8/2026).
Kain majun adalah kain perca yang ditujukan untuk industri. Tak hanya itu, Wina mengungkapkan Susanah juga bekerja di dapur makan bergizi gratis atau MBG.
“Dia kerja juga bersih-bersih alat makan MBG,” kata dia.
Ketidaksingkronan data ini sangat kontras dengan pernyataan di podium negara. Alih-alih menerima upah ratusan ribu rupiah, Susanah justru hanya mendapatkan upah sekitar Rp700 per kilogram dari hasil menjahit kain majun tersebut.
Perbedaan angka nol yang signifikan ini mengubah narasi keberhasilan ekonomi menjadi potret perjuangan hidup yang berat.
Profil Ekonomi Keluarga Susanah
Kondisi ekonomi keluarga Susanah saat ini tergolong sangat sulit. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, Susanah harus berjuang ekstra keras untuk mencukupi kebutuhan harian.
Berikut adalah rincian profil ekonomi keluarga Susanah:
  • Profesi Utama: Penjahit kain majun dan pembersih ompreng di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Upah Menjahit: Rp700 per kilogram kain majun.
  • Pendapatan Harian Rata-rata: Rp14.000 per hari (tergantung beban kerja yang diselesaikan).
  • Profesi Suami: Kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu.
  • Tanggungan: Dua orang anak yang masih menempuh pendidikan sekolah.
Dengan pendapatan rata-rata belasan ribu rupiah per hari, Susanah harus memutar otak agar dapur tetap mengepul dan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan.
Fakta ini sekaligus mematahkan narasi “kesejahteraan mendadak” yang sempat viral di media sosial.
Realitas Upah Buruh Pengupas Bawang
Fenomena ini juga memberikan gambaran mengenai realitas upah buruh pengupas bawang yang sebenarnya di wilayah lain di Indonesia.
Sebagai perbandingan, di wilayah Klungkung, Bali, para buruh pengupas bawang bekerja dengan upah yang jauh dari angka jutaan rupiah.
Seorang buruh bernama Kadek Astiani menjelaskan, upah yang diterima buruh di sana hanya berkisar Rp1.000 per kilogram bawang.
“Kalau bisa mengupas bawang 100 kilogram sehari, cuma bisa bawa Rp 100 ribu,” kata dia.
Angka ini menegaskan bahwa upah Rp700 ribu per kilogram adalah sesuatu yang mustahil dalam struktur ekonomi buruh kasar saat ini.
Sumber: suara
Foto: Kolase foto Susanah (kiri) dan para pengupas bawang di Bogor (kanan). [Suara.com]