25 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Fantastis! Nilai Hadiah Sayembara Ijazah SMA Gibran Tembus Rp 3,66 Miliar

Oposisi Cerdas | Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana menggagas sayembara ijazah SMA/Sederajat milik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Hal ini menjadi perbincangan publik dan nilai hadiah yang terkumpul mencapai angka yang fantastis.
Denny mengatakan, nilai hadiah sayembara ijazah SMA Gibran yang telah terkumpul mencapai lebih dari Rp3,66 miliar. Menurutnya, sayembara itu merupakan bentuk partisipasi publik dalam mengawasi polemik yang selama ini belum menemukan penyelesaian.
“Per malam ini pukul 18.00 tadi, saya minta di-update, angka hadiah sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran adalah Rp3.664.652.207,” ucap Denny dalam program Rakyat Bersuara bertajuk ‘Dari Ijazah Jokowi ke Sayembara Gibran, Ada Apa?’ yang disiarkan di iNews, Senin (24/8/2026).
Denny menambahkan, angka tersebut terkumpul dalam waktu sekitar 15 hari sejak sayembara diumumkan pada 9 Agustus 2026. Hingga kini, tercatat 176 orang telah menyatakan komitmen untuk berpartisipasi.
Dia menjelaskan, pihaknya tidak mengumpulkan dana dari para peserta. Mereka hanya diminta menyatakan komitmen besaran kontribusi yang akan diberikan apabila ada pihak yang berhasil menunjukkan ijazah yang dimaksud.
“Jadi tidak ada pengumpulan dana. Kita baru mendata dulu kecuali nanti ada pemenangnya yang komitmen ya memang harus memberikan dana yang dia janjikan,” tuturnya.
Denny menuturkan, identitas peserta tetap diverifikasi melalui dokumen kependudukan, namun nama para penyumbang tidak dipublikasikan.
Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM ini menekankan, sayembara tersebut bukan ditujukan untuk kepentingan pribadi atau sekadar sensasi politik. Menurutnya, langkah itu ditempuh setelah berbagai upaya hukum terkait polemik Gibran dilakukan oleh sejumlah pihak namun belum membuahkan hasil.
“Ini kan memang ingin juga mengajak publik agar terlibat mengawasi proses ini bersama-sama karena ini bukan persoalan pribadi,” ucapnya.
Denny mengaku dirinya telah menaruh perhatian terhadap proses pencalonan Gibran sejak sebelum Putusan Nomor 90 Mahkamah Konstitusi (MK) yang membuka jalan bagi Gibran maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. 
Bahkan, dia mengaku pernah mengirim surat kepada MK agar saat itu Ketua MK Anwar Usman tidak ikut memeriksa dan memutus perkara tersebut karena dinilai memiliki benturan kepentingan.
“Saya berkirim surat meminta agar Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman untuk tidak menyidangkan, memeriksa, ikut memutus perkara 90,” ujar Denny.
Sumber: inews
Foto: Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana dalam program Rakyat Bersuara bertajuk ‘Dari Ijazah Jokowi ke Sayembara Gibran, Ada Apa?’ yang disiarkan di iNews, Senin (24/8/2026). (Foto: tangkapan layar)