Dana Otsus 2026 Dukung Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting bagi Masyarakat Puncak Jaya
Mulia, 2 September 2026 — Dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 turut memperkuat upaya Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya dalam memberikan edukasi kesehatan dan pencegahan stunting kepada masyarakat.
Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), pemerintah daerah melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting yang berlangsung di Aula DP3AKB Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. dr. Muh. Nasir Ruki sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai stunting, gizi buruk, pemenuhan kebutuhan gizi keluarga serta pentingnya perhatian orang tua terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Dalam materinya, Dr. Muh. Nasir menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Ibu hamil perlu mendapatkan perhatian yang baik, sementara bayi yang baru lahir harus memperoleh perawatan, asupan gizi dan ASI sesuai dengan anjuran kesehatan.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran ayah dan ibu dalam mengatur penggunaan pendapatan keluarga dengan bijak, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi, kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Penyampaian materi kepada masyarakat turut dibantu oleh Lirinda Wonda sebagai penerjemah agar pesan-pesan kesehatan dapat dipahami dengan baik oleh seluruh peserta.
Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Berencana DP3AKB Kabupaten Puncak Jaya, Periben Enumbi, ST., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah dan menurunkan angka stunting.
Periben menjelaskan bahwa pelaksanaan sosialisasi ini mendapat dukungan dari Dana Otsus, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat benar-benar dapat merasakan manfaat dari program pemerintah, khususnya masyarakat Papua di Kabupaten Puncak Jaya,” ungkap Periben.
Ia berharap masyarakat dapat mengikuti kegiatan sosialisasi dengan baik serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat.
“Pencegahan stunting harus dilakukan bersama-sama. Pemerintah terus berupaya melalui berbagai program, dan masyarakat juga harus ikut mengambil bagian,” ujarnya.
Para peserta menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Perwakilan peserta menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui DP3AKB yang telah melaksanakan sosialisasi dan memberikan edukasi mengenai kesehatan, gizi serta pencegahan stunting.
Peserta berharap kegiatan yang didukung Dana Otsus 2026 tersebut dapat terus dilaksanakan di distrik dan kampung lainnya, sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh informasi dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak.
Melalui sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga dan masyarakat, dukungan Dana Otsus 2026 diharapkan semakin memberikan manfaat nyata dalam mempercepat pencegahan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Puncak Jaya.
The post Dana Otsus 2026 Dukung Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting bagi Masyarakat Puncak Jaya first appeared on pembaruanpapua.com.