Klarifikasi Arya Wedakarna Soal Acara LGBT Thailand: Datang sebagai Tokoh Adat Bali, Bukan Pejabat RI
Oposisi Cerdas | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Arya Wedakarna, akhirnya angkat bicara memberikan respons tegas terkait beredarnya foto-foto kehadirannya dalam ajang Miss Equality World Thailand atau yang viral disebut acara LGBT Thailand di Bangkok.
Kehadirannya di acara tersebut mendadak menjadi perbincangan hangat publik setelah dikait-kaitkan dengan isu kelompok LGBT dan pengawalan berseragam militer.
Arya mengklarifikasi bahwa keikutsertaannya dalam rombongan tersebut murni mewakili kapasitasnya sebagai tokoh adat dan budaya Bali, bukan atas nama lembaga negara atau posisi politiknya di parlemen.
Klarifikasi Arya Wedakarna Murni Menerima Penghargaan Budaya dan Promosi Wisata
Arya Wedakarna menjelaskan bahwa rangkaian agenda yang ia ikuti di Thailand selama tiga hari berfokus pada pertukaran budaya, peluncuran promosi pariwisata kawasan ASEAN, serta forum diskusi lintas negara.
Dalam sesi penyerahan penghargaan, ia hadir mengenakan pakaian adat khas Bali sebagai bentuk penghormatan atas apresiasi budaya yang diterimanya.
“Saya yang kemarin acara di Thailand, saya datang mewakili lembaga Hindu. Jadi sebagai tokoh Bali dan tidak ada kaitannya sama jabatan saya di mana pun,” tegas Arya ketika memberikan konfirmasi resmi pada Rabu, 2 September 2026.
Menanggapi sorotan publik yang mengaitkan acara tersebut dengan isu gender dan komunitas LGBT, Arya memilih untuk tetap mengedepankan etika keprotokolan internasional sebagai tamu undangan dari luar negeri.
“Ada namanya etika, seperti itu. Jadi buat kami, kami mewakili masyarakat Bali yang bekerja di pariwisata. Kita hormati tuan rumah, enggak mungkin kita komentari seperti itu. Jadi saya hadir untuk promosi video wisata Bali,” lanjutnya meluruskan spekulasi yang berkembang.
Buka Suara Soal Pengawalan Prajurit Berseragam TNI
Selain masalah tempat acara, keberadaan seorang pria berseragam dinas TNI AL yang mendampingi Arya Wedakarna di panggung turut memicu tanda tanya netizen.
Mengenai hal tersebut, Arya Wedakarna menegaskan bahwa personel militer tersebut bertugas sebagai pengawal pribadi yang melekat demi menjaga keselamatan fisiknya selama berada di luar negeri.
Ia menilai potensi risiko keamanan di wilayah Thailand menjadi pertimbangan utama mengapa pengawalan ketat tersebut diperlukan.
“Jadi mengamankan. Kita tahu Thailand itu suatu wilayah yang agak rawan konflik. Kita tahu bahwa kemarin ada penembakan siswa, tentang bullying, dan kita tahu bahwa Thailand dengan Kamboja juga sedang ada konflik.”
“Jadi melekat kepada kami seperti itu dan bertugas dengan baik saja, untuk mengamankan saja tidak ada masalah,” pungkas Arya menutup keterangannya.***
Sumber: konteks
Foto: Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. (Dok. DPD RI/Konteks.co.id)
