15 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Loyalitas Jadi Kartu Mati: Menteri Parpol Ini Terancam Dicopot Usai Purbaya

Oposisi Cerdas : Pengamat politik Adi Prayitno menilai reshuffle Kabinet Merah Putih tidak berhenti pada pencopotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. 
Menurutnya, perombakan kabinet berikutnya sangat mungkin terjadi menjelang tahun politik 2027 atau memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Adi menegaskan, reshuffle kali ini bukan semata soal kinerja, melainkan soal loyalitas terhadap kekuasaan.
“Reshuffle juga akan terjadi bagi mereka menteri-menteri yang berasal dari partai politik yang loyalitas dan militansinya terhadap kekuasaan dan dukungannya yang dianggap setengah hati, pasti akan menjadi catatan penting yang tinggal nunggu waktu menterinya akan diganti,” Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (15/9).
Ia menekankan bahwa menteri-menteri dari partai politik yang dukungannya dianggap setengah hati berpotensi diganti.
“Apakah dukungannya penuh? Insyaallah mungkin maka menterinya akan aman. Tapi ingat, kalau loyalitas dukungannya terhadap kekuasaan hari ini cuman setengah hati, tidak total 100%, rasa-rasanya tinggal nunggu waktu menterinya akan diganti,” ujarnya.
Adi menambahkan, alasan normatif seperti kinerja memang selalu disebut, namun dalam praktik politik Indonesia, faktor loyalitas, soliditas, dan dukungan terhadap pemerintah sering kali menjadi variabel penentu. 
“Saya termasuk yang meyakini bahwa soal loyalitas menjadi salah satu faktor variabel yang di kemudian hari akan menjadi faktor determinan kenapa sang menteri, khususnya dari partai politik, itu diganti dan dicopot,” ujarnya.
Sebagai informasi, pada Senin (14/9/2026), Presiden Prabowo resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan. Proses pergantian berlangsung cepat dan penuh dinamika.
Siang harinya, Purbaya masih menghadiri Rapat Kerja bersama DPD RI di Senayan. Namun rapat mendadak diskors karena adanya telepon penting. Tak lama kemudian, Purbaya meninggalkan lokasi, dan beberapa jam setelahnya posisinya digantikan oleh Suahasil.