Tokoh Muda Soroti Peran Anggota DPR RI Asal Papua Pegunungan di Tengah Kompleksitas Persoalan
WAMENA — Peran Anggota DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan Papua Pegunungan kembali menjadi sorotan. Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari keamanan, pengungsi, kekeringan dan embun beku, hingga persoalan kebijakan pembangunan dan anggaran, masyarakat dinilai membutuhkan kehadiran serta kerja nyata wakil mereka di tingkat nasional.
Sorotan tersebut disampaikan Nioluen Kotouki, S.IP., salah satu tokoh muda Papua, yang menilai peran aktif Anggota DPR RI asal Papua Pegunungan belum terlihat secara signifikan dalam merespons berbagai dinamika yang terjadi di wilayah tersebut.
Menurut Nioluen, kompleksitas persoalan Papua Pegunungan saat ini membutuhkan perhatian serius dan sinergi lintas lembaga. Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah situasi keamanan dan kenyamanan masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya stabil.
Ia juga menyoroti informasi mengenai keberadaan atau pengiriman TNI non-organik ke Papua Pegunungan yang menurutnya perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, termasuk mengenai jumlah personel dan tujuan penempatannya.
“Masyarakat Papua Pegunungan membutuhkan kejelasan. Jika memang ada penambahan pasukan non-organik, masyarakat berhak mengetahui informasi yang dapat disampaikan secara terbuka, termasuk jumlah dan konteks penempatannya,” ujar Nioluen.
Selain persoalan keamanan, Nioluen turut menyoroti kondisi masyarakat sipil yang terdampak konflik dan mengungsi, yang menurutnya masih membutuhkan penanganan lebih serius dan terkoordinasi.
Persoalan lain yang dinilai mendesak adalah dampak kekeringan dan embun beku yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat serta ketahanan pangan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan.
Ia juga menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, implementasi program nasional tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi geografis, kebutuhan siswa, serta karakteristik masyarakat Papua Pegunungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima.
Soroti APBD dan Tantangan Geografis
Nioluen juga menyoroti struktur APBD Provinsi Papua Pegunungan yang menurut pandangannya perlu memperhitungkan karakteristik wilayah yang sangat berbeda dibandingkan daerah lain.
Menurut dia, luas wilayah, kondisi geografis yang sulit, mahalnya biaya transportasi, keterbatasan akses, cuaca ekstrem, serta tingginya tantangan pelayanan publik harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan anggaran.
“Beban pelayanan di Papua Pegunungan tidak bisa disamakan begitu saja dengan daerah yang memiliki akses transportasi dan geografis yang lebih mudah. Karena itu, struktur anggaran harus mampu menjawab kondisi nyata di lapangan,” katanya.
Minta DPR RI Turun ke Konstituen
Di tengah persoalan tersebut, Nioluen mempertanyakan sejauh mana Anggota DPR RI asal Papua Pegunungan menjalankan fungsi representasi dan menyerap aspirasi masyarakat.
Ia berharap para wakil rakyat tersebut lebih aktif turun ke daerah pemilihan, melakukan hearing, dialog publik, dan penjaringan aspirasi secara langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui apa saja yang telah diperjuangkan para wakilnya di tingkat DPR RI, terutama menyangkut persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat Papua Pegunungan.
“Kami membutuhkan kerja nyata dan kehadiran wakil rakyat. Jangan sampai masyarakat menghadapi berbagai persoalan, sementara suara mereka tidak terdengar kuat di tingkat nasional,” tegas Nioluen.
Ia juga meminta Anggota DPR RI asal Papua Pegunungan ikut memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai definisi Orang Asli Papua (OAP) berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Dorong Sinergi Antar-Lembaga
Nioluen menegaskan, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, DPR RI, pemerintah pusat, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, Anggota DPR RI memiliki posisi strategis untuk membawa persoalan Papua Pegunungan ke tingkat nasional, mengawal kebijakan pemerintah pusat, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat daerah pemilihannya mendapat perhatian.
“Persoalan Papua Pegunungan sangat kompleks. Karena itu, dibutuhkan sinergi antar-lembaga dan keberanian untuk membawa persoalan masyarakat ke tingkat nasional. Kami berharap Anggota DPR RI asal Papua Pegunungan benar-benar hadir dan menunjukkan kerja nyata bagi masyarakat yang mereka wakili,” pungkasnya.
Pernyataan Nioluen tersebut menjadi dorongan agar komunikasi antara masyarakat dan para wakilnya di DPR RI semakin terbuka, sekaligus mendorong adanya ruang dialog yang lebih aktif untuk membahas persoalan keamanan, kemanusiaan, pembangunan, anggaran, serta pelayanan publik di Papua Pegunungan.
The post Tokoh Muda Soroti Peran Anggota DPR RI Asal Papua Pegunungan di Tengah Kompleksitas Persoalan first appeared on pembaruanpapua.com.