4 Oktober 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Polisi dan Warga Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan Dekat Sekolah di Nabire Barat

Nabire – Kepolisian bersama masyarakat bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan milik warga yang terjadi di depan Sekolah Menara Ilmu, Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIT.

Kebakaran tersebut terjadi tidak jauh dari kawasan sekolah dan permukiman warga. Kobaran api sempat menimbulkan kepulan asap cukup tebal dan berpotensi meluas akibat kondisi cuaca panas, kering serta hembusan angin.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, mengatakan personel Polres Nabire dan Polsek Nabire Barat bersama masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman setelah menerima informasi mengenai kebakaran tersebut.

“Personel bersama masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke kawasan sekolah dan permukiman warga,” kata Henry.

Dalam proses pemadaman, Tim Pemadam Kebakaran Provinsi Papua Tengah turut dikerahkan dengan satu unit mobil pemadam kebakaran, Polres Nabire mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran, sementara personel kepolisian lainnya dan masyarakat menggunakan peralatan manual untuk membantu mengendalikan kobaran api.

Upaya pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Petugas bersama masyarakat berjibaku memutus perambatan api hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

“Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Api berhasil dipadamkan dan setelah itu personel melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi kembali menyala,” jelas Henry.

“Dari kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun bangunan yang terbakar. Namun, kebakaran menimbulkan kepulan asap dan menghanguskan lahan milik warga yang berada dekat dengan sekolah serta permukiman masyarakat,” ungkapnya lagi.

Henry menjelaskan, kondisi cuaca panas dan kering yang disertai angin kencang dapat menjadi faktor yang mempercepat perambatan api, terlebih pada lahan yang memiliki banyak vegetasi dan tanaman kering.

“Kondisi cuaca panas, kering dan angin kencang dapat mempercepat perambatan api. Karena itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” ujarnya.

Selain faktor cuaca, lanjut Henry, polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya aktivitas manusia yang menjadi pemicu kebakaran, baik akibat pembakaran lahan secara sengaja, kelalaian saat menggunakan sumber api maupun pembuangan benda yang masih memiliki bara.

“Apabila kondisi panas dan kering disertai angin kencang masih berlangsung, potensi munculnya titik api baru tetap tinggi, terutama di lahan kosong, semak belukar, perkebunan maupun kawasan yang memiliki vegetasi kering,” ungkapnya.

Usai proses pemadaman, personel Polsek Nabire Barat juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka, membersihkan maupun mengelola lahan dengan cara membakar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan. Jika melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum meluas,” kata Henry.

Henry menambahkan, Polda Papua Tengah bersama jajaran Polres dan Polsek akan terus meningkatkan patroli, pemantauan serta edukasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya selama kondisi cuaca panas dan kering.

“Pencegahan menjadi tanggung jawab bersama. Kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan patroli, namun peran masyarakat sangat penting untuk mencegah munculnya kebakaran baru,” pungkasnya.

The post Polisi dan Warga Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan Dekat Sekolah di Nabire Barat first appeared on pembaruanpapua.com.