Asap Kebakaran Hutan Berdampak pada Penurunan Aktivitas Penerbangan di Bandara Mulia
MULIA, 12 Oktober 2026 – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Papua Tengah berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Jumlah pesawat yang biasanya mencapai 20 hingga 25 pesawat per hari, kini menurun menjadi sekitar 13 hingga 14 pesawat per hari.
Hal tersebut disampaikan oleh personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) saat ditemui awak media di Bandara Mulia, Senin (12/10/2026). Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga keselamatan dan kelancaran penerbangan yang menjadi salah satu akses transportasi penting bagi masyarakat Kabupaten Puncak Jaya.
Praka Fikri Aprilian S., selaku Pengatur Lalu Lintas Udara Kopasgat, menjelaskan bahwa kondisi penerbangan di Bandara Mulia hingga saat ini masih terpantau aman. Meski demikian, asap akibat kebakaran hutan dan lahan perlu terus diwaspadai karena dapat memengaruhi jarak pandang (visibility), khususnya bagi pesawat yang akan melakukan pendaratan.
Ia menyampaikan bahwa pemantauan kondisi jarak pandang terus menjadi perhatian petugas, termasuk melalui komunikasi dengan para pilot untuk mengetahui situasi aktual di sekitar bandara. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan operasional penerbangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
“Untuk saat ini, kondisi masih aman. Namun, kondisi asap akibat kebakaran perlu terus dipantau. Kami juga berkomunikasi dengan para pilot untuk mengetahui kondisi jarak pandang, sehingga keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas,” jelas Praka Fikri Aprilian S.
Sementara itu, Lettu Pas Yohannes Hutagalung selaku Danpos Kopasgat Mulia menjelaskan bahwa dampak asap kebakaran turut memengaruhi jumlah pesawat yang dapat mendarat di Bandara Mulia. Jika dalam kondisi normal jumlah pesawat yang masuk berkisar antara 20 hingga 25 pesawat per hari, saat ini jumlahnya menurun menjadi sekitar 13 hingga 14 pesawat per hari.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama mengingat transportasi udara memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, serta pelayanan pemerintahan di Kabupaten Puncak Jaya.
Oleh karena itu, Lettu Pas Yohannes Hutagalung mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Selain berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, asap yang dihasilkan dapat mengganggu jarak pandang dan berdampak terhadap kelancaran aktivitas penerbangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar penerbangan di Bandara Mulia tetap aman dan lancar,” imbaunya.
Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menghindari aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk mengurangi dampak asap, menjaga keselamatan penerbangan, serta mempertahankan kelancaran akses transportasi udara bagi masyarakat.
Melalui kesadaran dan kerja sama seluruh pihak, diharapkan kondisi lingkungan tetap terjaga dan aktivitas penerbangan di Bandara Mulia dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
The post Asap Kebakaran Hutan Berdampak pada Penurunan Aktivitas Penerbangan di Bandara Mulia first appeared on pembaruanpapua.com.