Polisi Mediasi Kasus Pengeroyokan Siswa SMA di Paniai, Keluarga Korban Sepakat Berdamai
PANIAI – Polres Paniai memfasilitasi mediasi kasus dugaan pengeroyokan seorang siswa SMA Negeri 1 Paniai Timur berinisial A. Dalam pertemuan tersebut, keluarga korban dan pihak terkait akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan tidak melanjutkannya ke ranah hukum atau pidana.
Mediasi berlangsung di ruang SPKT Polres Paniai, Senin (12/10/2026), dengan melibatkan keluarga korban, pihak sekolah, guru bimbingan konseling (BK), wali kelas, serta orang tua siswa yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kapolres Paniai AKBP Roycke H. F. Betaubun membenarkan adanya laporan terkait dugaan pengeroyokan yang terjadi pada Kamis (8/10/2026). Dalam peristiwa itu, korban diduga dikeroyok oleh sembilan rekan sekolahnya hingga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Nabire.
Kapolres menjelaskan, mediasi dilakukan untuk mempertemukan seluruh pihak agar persoalan dapat dibicarakan secara terbuka dan menemukan penyelesaian yang dapat diterima bersama.
“Puji Tuhan, melalui mediasi yang kami fasilitasi, keluarga korban dan pihak terkait sepakat menyelesaikan persoalan ini secara damai dan tidak melanjutkannya ke ranah hukum,” ujar Kapolres.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah dan sejumlah siswa yang diduga terlibat menyampaikan bahwa korban disebut kerap mengganggu teman-temannya. Namun, Kapolres menegaskan bahwa persoalan antarsiswa harus diselesaikan dengan cara yang tepat dan tidak boleh berujung pada kekerasan.
“Apa pun persoalannya, tindakan pengeroyokan atau penganiayaan tidak dapat dibenarkan. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh siswa agar menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan pihak sekolah dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak, sehingga hubungan antarsiswa tetap terjaga dan lingkungan pendidikan menjadi tempat yang aman dan nyaman.
Ia berharap kesepakatan damai tersebut menjadi awal yang baik untuk memperbaiki hubungan antarpihak sekaligus mencegah terulangnya peristiwa serupa di kemudian hari.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk saling memaafkan, menahan diri, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama. Yang terpenting, korban dapat segera pulih dan para siswa bisa kembali menjalani kegiatan belajar dengan baik,” pungkasnya.
The post Polisi Mediasi Kasus Pengeroyokan Siswa SMA di Paniai, Keluarga Korban Sepakat Berdamai first appeared on pembaruanpapua.com.