22 Oktober 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Antisipasi El Nino Panjang, Bupati PPU Mudyat Noor Minta Pengusaha Sawit Tak Bakar Lahan

PPU — Industri kelapa sawit sering kali dikaitkan dengan isu pembukaan lahan serta risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama pada kawasan ekosistem gambut. Menanggapi tantangan lingkungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta komitmen kuat dari para pelaku usaha perkebunan untuk menjaga kelestarian alam di wilayah Benuo Taka.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menjelaskan bahwa karakteristik lahan gambut di wilayah Sumatra dan Kalimantan memang memiliki nilai strategis secara bisnis karena potensi cadangan airnya yang melimpah. Namun, di sisi lain, kawasan gambut menyimpan kerawanan yang sangat tinggi karena sifatnya yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika kekeringan melanda.

“Industri sawit sering dikaitkan dengan isu pembukaan lahan dan Kebakaran Hutan atau Lahan, terutama di wilayah gambut. Meskipun lahan gambut menguntungkan secara bisnis sawit karena potensi airnya, risiko kebakaran sangat tinggi,” ujar Mudyat Noor, (21/10/2026).

Kewaspadaan ini dinilai sangat mendesak mengingat kondisi cuaca saat ini sedang dipengaruhi oleh siklus iklim ekstrem global. Berdasarkan rujukan data pemantauan cuaca, fenomena El Nino siklus lima tahunan diperkirakan akan memanjang dalam durasi waktu yang cukup lama, yakni hingga bulan Januari atau bahkan April mendatang.

Ancaman kemarau panjang ini telah memicu lonjakan kasus Karhutla yang cukup parah di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, Mudyat Noor memberikan peringatan keras kepada seluruh pengusaha perkebunan agar tidak mengambil jalan pintas yang merusak lingkungan dalam memperluas area tanam mereka.

“Ditekankan agar pengusaha tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,” tegas Mudyat.

Meski dibayangi oleh ancaman cuaca terik yang ekstrem, Mudyat menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan seluruh elemen satgas penanggulangan bencana di tingkat daerah. Sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat terbukti mampu meminimalkan dampak karhutla.

Jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain di luar Provinsi Kalimantan Timur yang saat ini sudah mulai kewalahan menjinakkan kobaran api, kondisi titik panas di Penajam Paser Utara dipastikan masih berada dalam koridor yang aman.

“Dibandingkan daerah lain di luar Kalimantan Timur yang sebagian sudah kesulitan memadamkan api, kondisi Karhutla di Penajam Paser Utara relatif jauh lebih aman dan terkendali,” pungkas Mudyat.

The post Antisipasi El Nino Panjang, Bupati PPU Mudyat Noor Minta Pengusaha Sawit Tak Bakar Lahan first appeared on Beritakaltimterkini.com.