28 Oktober 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Penuh Sukacita dan Syukur, Ribuan Umat Rayakan 70 Tahun Injil Masuk di Tiom, Komitmen Menuju Satu Abad Gereja Baptis Papua Diteguhkan

TIOM, 28 Oktober 2026 — Perayaan Yobel ke-70 tahun masuknya Injil di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan ungkapan syukur kepada Tuhan. Momentum bersejarah bagi Persekutuan Gereja-Gereja Baptis di Tanah Papua ini dihadiri Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd., bersama jajaran pemerintah daerah, pimpinan gereja, para hamba Tuhan, serta jemaat.

Perayaan yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) di halaman Aula Norman and Sheila Driver, Tiom, tersebut mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya.

Mengusung tema “70 Tahun dalam Anugerah Tuhan, Kembali Memberitakan Injil”, dengan subtema “Menata Umat Baptis Papua yang Berintegritas Menuju Satu Abad 2056”, peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pekabaran Injil sekaligus memperkuat komitmen pelayanan gereja bagi kehidupan masyarakat Papua.

Ibadah Syukur, Mengenang Perjalanan Injil di Tanah Papua

Rangkaian perayaan diawali dengan liturgi ibadah pengucapan syukur yang diisi puji-pujian dalam bahasa daerah, doa permohonan pengampunan dan ucapan syukur, serta persembahan pujian oleh jemaat.

Suasana ibadah berlangsung khidmat melalui berbagai pujian rohani, di antaranya Allah Wone Baptis Paga Wagagerak, Injil Masuk Penuh dengan Tantangan, dan Allah Ninogoba. Pujian-pujian tersebut menjadi ungkapan iman sekaligus pengingat atas perjalanan pekabaran Injil yang telah membentuk kehidupan rohani masyarakat di Tanah Papua.

Doa permohonan pengampunan dan ucapan syukur dipimpin Pdt. Lipius Biniluk, M.Th. Sementara itu, khotbah disampaikan Pdt. Rendy Alexander Chuang, M.Th., selaku Ketua Umum Presidium Persekutuan Baptis Indonesia.

Dalam rangkaian ibadah berikutnya, jemaat juga mengikuti puji-pujian pembukaan, penyembahan, dan doa yang dipimpin Pdt. Usman Kobak, M.A., Presiden GIDI.

Pembacaan firman Tuhan yang mengacu pada Mazmur 118:24–25 menjadi bagian dari ibadah syukur tersebut. Seluruh rangkaian ibadah mengajak umat untuk terus bersyukur atas penyertaan Tuhan serta memperbarui semangat pelayanan dan pemberitaan Injil.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Badan Pelayanan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (BPP-PGBP), Pdt. Stevanus Yan Wenda, M.Th., mengajak seluruh umat Tuhan, khususnya warga Gereja-Gereja Baptis di Kabupaten Lanny Jaya, untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kebersamaan, serta meningkatkan semangat pelayanan dalam memberitakan Injil di Tanah Papua.

Ia menegaskan bahwa perayaan 70 Tahun Yobel Injil Masuk di Tiom bukan sekadar momentum untuk mengenang perjalanan panjang sejarah pekabaran Injil, melainkan juga menjadi kesempatan penting bagi seluruh umat untuk memperbarui komitmen iman dan memperkuat panggilan pelayanan di tengah masyarakat.

Menurutnya, perjalanan Injil selama 70 tahun di Tiom merupakan bukti nyata dari karya Tuhan yang terus menyertai kehidupan masyarakat dan pertumbuhan gereja di Kabupaten Lanny Jaya. Oleh karena itu, warisan iman yang telah dibangun oleh para pelayan Tuhan dan para pemberita Injil terdahulu harus dijaga, dipelihara, dan diteruskan oleh generasi sekarang kepada generasi yang akan datang.

Pdt. Stevanus Yan Wenda juga mengajak seluruh gereja agar tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi senantiasa membangun persatuan dan kerja sama dalam melaksanakan tugas pelayanan. Dengan semangat kebersamaan, gereja diharapkan mampu menjangkau lebih banyak orang, membawa kabar keselamatan, serta menjadi terang dan berkat bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Lanny Jaya.

Ia menekankan bahwa tugas memberitakan Injil merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat percaya. Karena itu, setiap orang Kristen diharapkan dapat mengambil bagian sesuai dengan karunia dan kemampuan masing-masing, baik melalui pelayanan di gereja, keluarga, lingkungan masyarakat, maupun melalui tindakan nyata yang mencerminkan kasih Tuhan.

Selain itu, ia berharap agar momentum perayaan Yobel ke-70 ini dapat semakin memperkokoh iman umat, mempererat hubungan antargereja, serta menumbuhkan semangat untuk terus melayani dengan penuh ketulusan. Gereja juga diharapkan berperan aktif dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, saling menghormati, dan hidup dalam kasih persaudaraan.

Pdt. Stevanus Yan Wenda mengingatkan bahwa keberhasilan pelayanan Injil tidak hanya diukur dari perkembangan gereja secara fisik, tetapi juga dari perubahan kehidupan manusia yang semakin mengenal Tuhan, menghidupi nilai-nilai kebenaran, dan menunjukkan kasih kepada sesama.

Melalui perayaan 70 Tahun Yobel Injil Masuk di Tiom, ia mengajak seluruh umat untuk menjadikan sejarah panjang pelayanan Injil sebagai landasan dalam melanjutkan pekerjaan Tuhan. Dengan persatuan, doa, iman, dan komitmen pelayanan yang kuat, diharapkan semakin banyak jiwa dapat dijangkau dan menerima kabar keselamatan di Kabupaten Lanny Jaya.

Ia pun berharap agar semangat Yobel Injil tidak berhenti pada perayaan seremonial semata, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pelayanan yang nyata, kesaksian iman, serta kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, gereja dapat terus menjadi alat Tuhan untuk menghadirkan damai sejahtera, memperkuat persaudaraan, dan membawa harapan bagi masyarakat Lanny Jaya serta Tanah Papua secara keseluruhan.

Bupati: Tujuh Puluh Tahun Bukan Perjalanan yang Singkat

Dalam sambutannya, Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh warga jemaat dan para hamba Tuhan Gereja Baptis di Tanah Papua yang telah melewati perjalanan panjang pelayanan Injil.

“Atas nama pribadi, keluarga, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lanny Jaya, saya menyampaikan selamat ulang tahun ke-70 kepada seluruh warga jemaat dan hamba-hamba Tuhan Gereja Baptis di Tanah Papua,” ungkapnya.

Bupati mengatakan, tujuh dekade perjalanan pekabaran Injil bukanlah waktu yang singkat. Selama perjalanan tersebut, pelayanan gereja telah mencatat sejarah panjang dalam menyebarkan terang kasih Kristus dan memperluas kehidupan iman umat di berbagai pelosok Tanah Papua.

Menurutnya, peringatan Yobel ke-70 harus menjadi kesempatan bagi umat untuk merefleksikan perjalanan iman, baik dalam kehidupan keluarga, jemaat maupun organisasi gereja.

Ia juga mengajak seluruh umat Baptis untuk terus memperkuat persaudaraan, membangun kehidupan yang takut akan Tuhan, menumbuhkan kasih antarsesama, serta menjaga perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Bupati menegaskan bahwa momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk melanjutkan pelayanan pemberitaan Injil dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kesetiaan kepada Tuhan.

Gereja dan Pemerintah Bersinergi Membangun Masyarakat

Lebih lanjut, Aletinus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan gereja dalam membangun masyarakat yang sejahtera, berkarakter, dan memiliki landasan moral serta spiritual yang kuat.

Menurutnya, pemerintah dan gereja memiliki peran yang saling melengkapi dalam mewujudkan pembangunan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Pemerintah, jelasnya, menjalankan peran dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan sosial. Sementara itu, gereja berperan penting dalam membangun mentalitas, moralitas, spiritualitas, serta karakter umat.

Melalui kerja sama yang baik, kedua pihak diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, khususnya di Kabupaten Lanny Jaya dan Tanah Papua secara luas.

Bupati juga mengingatkan bahwa setiap bentuk pelayanan dan pengabdian harus dilaksanakan dengan kesadaran akan tanggung jawab kepada Tuhan.

“Pemerintah dan gereja harus terus berjalan bersama dalam melayani masyarakat. Pembangunan bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga pembangunan mental, moral, spiritual, dan karakter manusia,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Menuju Satu Abad Gereja Baptis pada 2056

Mengusung semangat menuju satu abad Gereja Baptis di Tanah Papua pada 2056, perayaan Yobel ke-70 ini menjadi titik penting untuk memperkuat komitmen pelayanan bagi generasi mendatang.

Tema dan subtema perayaan menegaskan pentingnya membangun umat yang berintegritas, memperkuat persatuan, serta meneruskan pemberitaan Injil di tengah berbagai tantangan zaman.

Bupati Lanny Jaya pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergandengan tangan, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta menjadi pembawa damai di lingkungan keluarga, jemaat, bangsa, dan negara.

Ia berharap nilai-nilai kasih, persaudaraan, pengampunan, dan perdamaian yang diajarkan dalam kehidupan bergereja dapat terus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

Menutup sambutannya, Aletinus kembali menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Yobel ke-70 Gereja Baptis di Tanah Papua.

Ia berharap Tuhan Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja, senantiasa memberkati dan menyertai seluruh umat, baik di Kabupaten Lanny Jaya, Tanah Papua maupun di seluruh Nusantara.

Perayaan ini bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah selama tujuh puluh tahun, melainkan juga memperbarui panggilan iman untuk terus melayani, membangun persaudaraan, dan memberitakan Injil demi masa depan Tanah Papua yang damai dan penuh pengharapan.

 

 

The post Penuh Sukacita dan Syukur, Ribuan Umat Rayakan 70 Tahun Injil Masuk di Tiom, Komitmen Menuju Satu Abad Gereja Baptis Papua Diteguhkan first appeared on pembaruanpapua.com.