Status WA Eks Kepala BNN Singgung Polisi Makar, di Tengah Isu Penangkapan Jenderal Sadap Presiden
Oposisi Cerdas | Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Martinus Hukom, melontarkan kritik keras di tengah beredarnya isu dugaan makar yang disebut menyeret sejumlah oknum kepolisian.
Sorotan Martinus tertuju pada kabar penangkapan sejumlah jenderal polisi yang ramai diperbincangkan.
Melalui status WhatsApp, Martinus menyinggung kemungkinan adanya oknum kepolisian yang terlibat dalam dugaan makar terhadap pemerintah.
Ia bahkan menyebut, jika kabar tersebut benar, peristiwa itu akan menjadi catatan yang belum pernah terjadi dalam sejarah kepolisian dunia.
Tak hanya itu, Martinus juga melontarkan kritik tajam terhadap seorang mantan pimpinan Polri yang tidak disebutkan namanya.
Dalam pernyataannya, ia menilai mantan pimpinan tersebut akan mencatatkan sejarah buruk apabila dugaan keterlibatan oknum polisi dalam makar terbukti.
“Dalam sejarah dunia tidak pernah ada Kepolisian melakukan makar terhadap pemerintah. Tapi kalau desas desus hari ini benar benar ADANYA, yang katanya ada segelincir oknum kepolisian melakukan makar, maka Anda sebagai mantan pemimpin Polri telah merubah sejarah dunia,” tulis Martinus.
Ia kemudian melanjutkan kritiknya dengan menyebut sejumlah istilah keras terhadap rekam jejak mantan pimpinan Polri tersebut.
“Dengan demikian semua prestasi anda adalah prestasi nomor satu. Terkorup, terjelek, terusak dan terakhir adalah mencatat untuk pertama kalinya melakukan MAKAR,” lanjutnya.
Pernyataan Martinus disampaikan dengan kalimat bersyarat. Ia menekankan kritik tersebut berkaitan dengan kabar yang beredar mengenai dugaan keterlibatan sejumlah oknum kepolisian dalam tindakan makar.
Hingga saat ini, pernyataan tersebut merupakan pandangan Martinus terhadap isu yang berkembang.
Belum ada informasi dalam pernyataan tersebut yang dapat memastikan kebenaran dugaan makar maupun keterlibatan anggota kepolisian.
Mabes Polri Cek Kabar Petinggi Polisi Diamankan
Markas Besar (Mabes) Polri akan mengecek kabar sejumlah perwira tinggi kepolisian yang disebut diamankan terkait pengerahan massa di Yogyakarta.
Pemeriksaan informasi tersebut akan dilakukan melalui proses evaluasi terhadap kegiatan pengamanan dan pelayanan penyampaian pendapat di muka umum.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, evaluasi merupakan bagian dari prosedur yang dilakukan setelah kepolisian menjalankan tugas pengamanan aksi.
“Tadi yang disampaikan nanti kami akan cek, karena selalu ada bagian kemudian proses evaluasi,” kata Johnny usai Syukuran Hari Jadi ke-75 Humas Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).
Isir belum memberikan penjelasan spesifik mengenai kabar adanya perwira tinggi Polri yang diperiksa atau diamankan. Ia hanya menyatakan informasi tersebut akan ditelusuri melalui proses evaluasi.
Johnny menjelaskan, setiap kegiatan pengamanan aksi unjuk rasa menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
Menurut dia, pendekatan Polri dalam menangani demonstrasi juga telah bergeser dari crowd controlmenjadi crowd management.
Ia menegaskan, Polri menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum dan berkewajiban mengawal kegiatan tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan.
Namun, kepolisian tetap akan menindak individu atau kelompok yang melakukan tindakan anarkis dan melanggar hukum.
“Tentunya berbasis ilmiah artinya ketika proses penegakan hukum, siapapun dia akan kemudian kita minta pertanggungjawaban,” ujarnya.
Saat kembali ditanya mengenai dugaan adanya petinggi Polri yang diperiksa atau ditangkap terkait pengerahan massa di Yogyakarta, Johnny belum memberikan keterangan lebih lanjut.
“Nanti kami cek proses evaluasinya,” katanya.
Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal Polri
Sebelumnya, beredar kabar sejumlah perwira tinggi Polri berpangkat inspektur jenderal (irjen) atau jenderal bintang dua diamankan pada Selasa (3/11/2026).
Mereka disebut ditangkap oleh personel Brigade Mobil (Brimob) dan dibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Kabar tersebut juga sempat ditanyakan kepada Johnny Eddizon Isir dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada hari yang sama.
Saat itu, Isir mengaku memahami pembicaraan yang berkembang di kalangan wartawan.
“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu),” ujar Isir.
Ia mengatakan Polri akan menyampaikan informasi mengenai kabar tersebut dalam waktu dekat.
“Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya. Oke, makasih ya,” jelasnya.
Sementara itu, sejumlah wartawan mengaku melihat personel Brimob mendatangi area Mabes Polri pada Senin (2/11/2026) sore hingga malam.
Hingga keterangan Johnny disampaikan, Mabes Polri belum mengungkap identitas perwira yang disebut diamankan maupun memastikan keterkaitan kabar tersebut dengan pengerahan massa di Yogyakarta.
