Usai Perjalanan Dinas Dari Apel Kasatwil, Kapolres Tolikara Tangani Aksi Pemalangan Jalan di Depan Kantor Distik Poganeri
Tolikara, Papua Pegunungan — Seusai menghadiri Apel Kasatwil di Mako Pusat Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H,.M.H langsung dihadapkan pada situasi mendesak saat kembali menuju tempat tugasnya di Kabupaten Tolikara, Setibanya di Distrik Poganeri, rombongan Kapolres mendapati adanya aksi pemalangan jalan yang dilakukan masyarakat setempat di depan Kantor Distrik Poganeri. Kamis (4/12/2025).
Aksi tersebut sontak menyita perhatian Kapolres, mengingat jalan yang dipalang merupakan akses utama penghubung antar distrik dan kabupaten lainnya. Tanpa menunda waktu, Kapolres Tolikara turun langsung untuk melakukan pendekatan serta menenangkan warga yang tengah memadati lokasi.
Dari hasil dialog di lapangan, diketahui bahwa aksi pemalangan dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat dari lima kampung di Poganeri yang mengaku belum menerima pencairan dana desa.
Warga menyampaikan kekecewaan karena pencairan anggaran yang seharusnya disalurkan belum juga terealisasi hingga hari ini.
“Kami melakukan pemalangan bukan untuk membuat keributan, tetapi agar pemerintah memperhatikan hak kami. Dana desa belum disalurkan, dan ini menyulitkan kami di kampung,” ujar salah satu masyarakat.
Melihat situasi tersebut, Kapolres mengambil langkah persuasif dengan merangkul dan mengajak sejumlah masyarakat dan perwakilan warga berdialog langsung.
Dalam pertemuan singkat itu, Kapolres mendengarkan tuntutan warga dan menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi penyelesaian masalah antara masyarakat dan pemerintah distrik.
“Kami memahami keresahan masyarakat. Aspirasi ini akan kami teruskan dan koordinasikan dengan pihak pemerintah khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan kampung (DPMK) secepatnya di cairkan. Namun kami juga mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas antar kabupaten maupun distrik,” tutur Kapolres.
Upaya pendekatan humanis ini berdampak positif. Setelah melalui komunikasi intens, warga akhirnya bersedia membuka palang jalan, sehingga arus lalu lintas kembali bisa dilalui.
Berkat pendekatan dialogis tersebut, situasi di Poganeri berangsur kondusif. Masyarakat kembali ke aktivitas sehari-hari sambil menunggu tindak lanjut dari pemerintah.
Kehadiran Kapolres Tolikara di lokasi pemalangan sekaligus menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan memastikan setiap permasalahan diselesaikan dengan mengedepankan komunikasi, pelayanan, dan solusi.
Ardi HUMAS