29 April 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Sentuhan Damai di Karubaga: Polisi Hadir Menyatukan Warga demi Masa Depan Pendidikan Anak

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Suasana penuh kebersamaan dan harapan terlihat dalam sebuah pertemuan mediasi yang digelar di FKPM Mako Polsek Karubaga, yang mempertemukan para pemilik hak lokasi tanah dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tolikara serta para guru SD Negeri Yimu Igari, demi mencari solusi atas persoalan yang sempat mengganggu aktivitas belajar mengajar, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.10 WIT hingga 13.48 WIT tersebut dimediasi langsung oleh PS. Kanit Binmas Polsek Karubaga, Bripka Welikar Wenda, didampingi PS. Kanit Intelkam Bripka Simon Worabai. Turut hadir Kepala Distrik Igari, pihak sekolah, perwakilan Dinas Pendidikan, serta keluarga besar pemilik tanah.

Dalam suasana terbuka dan penuh rasa kekeluargaan, masing-masing pihak menyampaikan aspirasi mereka. Perwakilan keluarga pemilik lokasi mengakui bahwa aksi larangan belajar sebelumnya dilakukan sebagai bentuk dorongan agar pemerintah segera menyelesaikan pembayaran tanah yang telah lama tertunda sejak tahun 2017. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa pendidikan anak-anak tetap menjadi prioritas utama, dan aktivitas belajar kini telah kembali berjalan.

“Kami tidak ingin anak-anak jadi korban. Pendidikan harus tetap berjalan, tapi kami juga berharap ada kepastian dari pemerintah,” ungkap salah satu perwakilan keluarga.

Pihak Dinas Pendidikan melalui stafnya, Daud Tukana, menyampaikan bahwa upaya penyelesaian telah dilakukan, namun masih terkendala pada proses administrasi dan komunikasi dengan pimpinan daerah. Ia berkomitmen untuk segera melaporkan hasil pertemuan ini agar menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD N Yimu Igari, Anas Wanimbo, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak. Ia berharap persoalan ini segera tuntas agar para guru dan murid tidak lagi dihantui kekhawatiran.

Dalam kesempatan tersebut, Bripka Welikar Wenda juga menyampaikan narasi humanisnya kepada seluruh peserta mediasi. Ia menekankan bahwa kehadiran pihak kepolisian bukan hanya sebagai penengah, tetapi juga sebagai pengayom yang ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan mereka.

“Kami hadir di tengah-tengah masyarakat bukan untuk memihak, tetapi untuk mencari jalan keluar terbaik bagi semua pihak. Pendidikan anak-anak kita adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai persoalan ini mengorbankan masa depan mereka. Mari kita jaga situasi tetap aman dan kita dorong bersama agar pemerintah segera memberikan kepastian,” ujar Bripka Welikar Wenda.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga komunikasi dan tidak lagi melakukan aksi yang dapat menghambat proses belajar mengajar. Menurutnya, dengan dialog yang baik dan hati yang tenang, setiap persoalan pasti dapat diselesaikan secara damai.

Di akhir mediasi, Bripka Welikar Wenda menegaskan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah guna menyelesaikan persoalan pembayaran tanah, sehingga tidak menimbulkan konflik berulang yang dapat berdampak pada dunia pendidikan.

Pertemuan ini menjadi bukti bahwa melalui dialog dan pendekatan humanis, setiap persoalan dapat dicarikan jalan keluar. Harapannya, semangat kebersamaan yang terbangun hari itu dapat terus dijaga demi masa depan anak-anak Tolikara yang lebih baik.

Penulis : Adiyat