2 Mei 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Wakapolres Tolikara Hadiri Upacara Hardiknas 2026, Perkuat Kolaborasi Untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan — Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kabupaten Tolikara. Upacara yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tenaga pependidik, tenaga kesehatan hingga para pelajar. Sabtu, (2/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos didampingi Ketua TP-PKK Ny. Elisabeth Y. F. Flassy, S.E., M.M. serta dihadiri Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir bersama jajaran TNI-Polri, pimpinan OPD, Pengurus Bhayangkari Cabang Tolikara, Persit Kodim 1716/Tolikara, para guru, dan siswa-siswi dari berbagai sekolah di Karubaga, kegiatan Upacara dikomandani oleh Kasi Humas IPDA Michel Milan Simopiaref.

Upacara berlangsung tertib dengan rangkaian kegiatan yang sarat makna, mulai dari pengibaran Sang Merah Putih oleh Paskibraka, pembacaan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, ikrar pelajar Indonesia, hingga amanat Bupati. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu mars wajib belajar dan doa bersama.

Tak hanya upacara formal, peringatan Hardiknas juga diisi dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba mewarnai, baca puisi, dan tarian, yang mencerminkan semangat kreativitas generasi muda Tolikara. Acara semakin semarak dengan penandatanganan pakta integritas serta penampilan tari-tarian daerah yang memperkuat nilai budaya nusantara maupun lokal.

Dalam amanatnya, Bupati Willem Wandik mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas kesempatan memperingati Hardiknas dalam keadaan aman dan damai. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah proses yang dilandasi ketulusan dan kasih sayang untuk memanusiakan manusia.

“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi upaya menumbuhkan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Intinya adalah memuliakan manusia,” ujarnya, seraya mengingatkan filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara tentang sistem among: asah, asih, dan asuh.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan peradaban bangsa, sejalan dengan amanat konstitusi dan visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Pendidikan, menurutnya, merupakan fondasi utama untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, tangguh, dan bermartabat.

Dalam pidatonya juga disampaikan berbagai kebijakan strategis pemerintah di sektor pendidikan, termasuk penguatan pembelajaran mendalam (deep learning), digitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta penguatan karakter siswa melalui program-program nasional.

Bupati menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif, sekaligus mendorong peningkatan literasi, numerasi, serta penguasaan bidang STEM. Ia juga menekankan bahwa akses pendidikan harus terbuka luas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dan mereka yang berada di daerah terpencil.

“Keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kerja sama semua pihak—keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan media,” tegasnya.

Menutup amanatnya, ia mengingatkan pentingnya tiga prinsip utama dalam menjalankan kebijakan pendidikan, yakni mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, demi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.

Peringatan Hardiknas di Tolikara tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama dalam membangun masa depan generasi bangsa melalui pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.

Ardi