Anies Bela Dino Patti Djalal yang Kritik Prabowo: Dia Bukan Diplomat Karbitan!
Nama Dino Patti Djalal tengah menjadi perbincangan setelah melontarkan sejumlah saran kepada Presiden Prabowo Subianto, termasuk usulan agar perjalanan luar negeri presiden dikurangi untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan efektivitas kerja pemerintahan.
Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Lewat video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Teddy menjelaskan berbagai capaian diplomasi Presiden Prabowo sekaligus memaparkan aspek pembiayaan kunjungan luar negeri yang dilakukan kepala negara.
Di tengah polemik tersebut, Anies Baswedan turut berbicara mengenai sosok Dino Patti Djalal. Melalui unggahan di akun X miliknya pada Selasa (2/6), Anies mengenang perkenalan dan pengalamannya berinteraksi dengan mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat itu.
Anies mengatakan dirinya pertama kali mendengar nama Dino saat masih menjadi mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Ketika itu, Dino dikenal sebagai diplomat muda Indonesia yang tampil dalam forum BBC World Debate dan dinilai berhasil membela kepentingan Indonesia di tengah sorotan internasional.
“Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate,” tulis Anies di akun X pribadinya, Selasa (2/6).
Anies kemudian bertemu langsung dengan Dino saat menjalani studi doktoral di Illinois, Amerika Serikat. Menurutnya, Dino datang ke Chicago untuk berdiskusi mengenai kondisi mahasiswa dan diaspora Indonesia setelah peristiwa 9/11.
Dalam pandangan Anies, Dino merupakan diplomat yang memiliki kemampuan komunikasi kuat serta mampu menghadapi persoalan rumit dengan tenang.
Anies juga menyoroti peran Dino dalam penyelenggaraan Kongres Diaspora Indonesia pertama pada 2012 di Los Angeles. Acara tersebut mempertemukan diaspora Indonesia dari berbagai negara dan menjadi salah satu tonggak penguatan jejaring warga Indonesia di luar negeri.
Selain itu, Dino juga dikenal sebagai pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), organisasi yang aktif mendorong diskusi dan pendidikan publik mengenai isu-isu hubungan internasional.
Menurut Anies, rekam jejak panjang Dino di dunia diplomasi menjadi alasan mengapa pandangannya layak diperhatikan.
“Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal bukan karbitan jadi diplomat,” tulis Anies.
