Pj Sekda Papua Pegunungan Buka Workshop Satu Data dan Konsolidasi Data Orang Asli Papua
Wamena, 3 Juni 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menggelar Workshop Satu Data Papua Pegunungan dan Konsolidasi Data Orang Asli Papua (OAP) yang berlangsung di Grand Baliem Hotel, Wamena, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola data pembangunan daerah, mendukung implementasi kebijakan Satu Data Indonesia, serta memperkuat konsolidasi data Orang Asli Papua berbasis by name by address di Papua Pegunungan.
Workshop tersebut dibuka melalui sambutan yang disampaikan oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Papua Pegunungan, Wasuok Z. Demianus Siep, mewakili Gubernur Papua Pegunungan. Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan perangkat daerah Provinsi Papua Pegunungan, perwakilan pemerintah kabupaten se-Papua Pegunungan, narasumber, serta mitra pembangunan yang mendukung penguatan tata kelola data di daerah.
Dalam sambutannya, Wasuok menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Menurutnya, kebijakan yang tepat hanya dapat lahir dari data yang berkualitas dan dapat dipercaya.
“Ketika kita berbicara tentang pembangunan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang bagaimana mengambil keputusan yang tepat bagi masyarakat. Dan keputusan yang tepat hanya dapat lahir dari data yang benar, akurat, mutakhir, dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa data tidak sekadar berupa angka-angka dalam laporan, melainkan menggambarkan kondisi nyata masyarakat yang menjadi dasar pengambilan kebijakan. Kesalahan data, lanjutnya, dapat berdampak pada ketidaktepatan program pembangunan, bantuan sosial, hingga penggunaan anggaran pemerintah.
Sebagai daerah otonom baru, Papua Pegunungan masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi geografis maupun ketersediaan data yang tersebar di berbagai sektor. Karena itu, seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan perlu membangun sistem data yang terintegrasi dan menjadi rujukan bersama.
“Kita membutuhkan satu data yang sama, satu standar yang sama, dan satu arah pembangunan yang sama. Jangan sampai satu perangkat daerah memiliki data yang berbeda dengan perangkat daerah lainnya. Pemerintah harus berbicara dengan satu data, satu arah, dan satu tujuan pembangunan,” tegas Wasuok.
Dalam kesempatan tersebut, Pj. Sekda juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya konsolidasi data Orang Asli Papua. Menurutnya, data yang valid dan terintegrasi menjadi dasar penting dalam pelaksanaan kebijakan afirmatif, perlindungan hak-hak Orang Asli Papua, serta memastikan manfaat pembangunan dan dana Otonomi Khusus benar-benar diterima oleh masyarakat yang menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Melalui konsolidasi data ini, kita ingin memastikan bahwa Orang Asli Papua benar-benar terdata dengan baik, hak-haknya terlindungi, dan kebijakan afirmatif dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ia berharap workshop tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan langkah nyata berupa penguatan koordinasi antar lembaga, sinkronisasi data lintas perangkat daerah, pengembangan Forum Satu Data Papua Pegunungan, serta peningkatan kualitas data Orang Asli Papua yang akurat dan mutakhir.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga menyampaikan apresiasi kepada Program SKALA dan seluruh mitra pembangunan yang telah mendukung penguatan tata kelola pemerintahan dan pembangunan berbasis data di Papua Pegunungan. Dukungan tersebut diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan sistem pemerintahan yang lebih terintegrasi, efektif, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, Wasuok mengingatkan seluruh peserta bahwa data bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan bagian penting dalam menentukan masa depan masyarakat Papua Pegunungan.
“Jangan pernah memandang data hanya sebagai angka atau dokumen administrasi. Di balik data tersebut terdapat kehidupan masyarakat, terdapat harapan keluarga-keluarga Papua Pegunungan, terdapat masa depan anak-anak kita, dan terdapat arah pembangunan daerah yang kita cintai bersama,” tutupnya.
Melalui workshop ini, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berharap lahir komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sistem data yang terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan yang lebih tepat sasaran demi terwujudnya Papua Pegunungan yang maju, sejahtera, dan berkeadilan.
The post Pj Sekda Papua Pegunungan Buka Workshop Satu Data dan Konsolidasi Data Orang Asli Papua first appeared on pembaruanpapua.com.