8 Juni 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Inflasi Papua dan Tiga DOB Mei 2026 Tetap Terkendali, Sinergi Pengendalian Harga Terus Diperkuat

Jayapura,8 Juni 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan inflasi di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua selama bulan Mei 2026 menunjukkan tren yang tetap terkendali. Dari empat provinsi di wilayah tersebut, dua daerah mengalami inflasi dan dua lainnya mencatat deflasi, menandakan stabilitas harga yang masih terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional.

Provinsi Papua Tengah menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 0,52% (mtm), diikuti oleh Papua Pegunungan sebesar 0,48% (mtm). Sementara itu, Provinsi Papua dan Papua Selatan justru mengalami deflasi masing-masing sebesar -0,68% (mtm) dan -0,50% (mtm). Kondisi ini menunjukkan bahwa secara umum, tekanan harga di wilayah Papua dan tiga DOB masih berada dalam kisaran aman dan sesuai dengan target inflasi nasional.

Pasokan Pangan Lokal Jadi Penopang Stabilitas Harga

KPw BI Papua menjelaskan bahwa terkendalinya inflasi di wilayah ini didukung oleh pasokan pangan lokal yang memadai, terutama komoditas cabai rawit dan aneka sayur seperti kangkung, bayam, serta sawi hijau. Cuaca yang lebih kondusif turut membantu kelancaran produksi dan distribusi bahan pangan di berbagai daerah.

Di sisi lain, kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi di beberapa wilayah, terutama akibat penyesuaian harga bahan bakar non-subsidi seperti avtur, yang berdampak langsung pada kenaikan tarif angkutan udara. Hal ini terlihat jelas di Papua Tengah dan Papua Pegunungan, di mana biaya transportasi udara menjadi komponen yang paling berpengaruh terhadap kenaikan harga.

Rincian Inflasi per Provinsi

  • Papua: Deflasi -0,68% (mtm), inflasi tahunan 2,79% (yoy). Penurunan harga ikan tuna, ikan cakalang, dan cabai rawit menahan laju inflasi, sementara kenaikan harga tomat dan telepon seluler memberi sedikit dorongan.
  • Papua Selatan: Deflasi -0,50% (mtm), inflasi tahunan 2,17% (yoy). Penurunan harga cabai rawit, kangkung, dan sawi hijau menjadi faktor utama penahan inflasi, sedangkan kenaikan harga ikan layang dan daging ayam ras memberi dorongan kecil.
  • Papua Tengah: Inflasi 0,52% (mtm), inflasi tahunan 2,05% (yoy). Kenaikan harga angkutan udara, beras, dan tahu mentah menjadi pendorong utama, sementara penurunan harga cabai rawit dan bawang merah menahan laju inflasi.
  • Papua Pegunungan: Inflasi 0,48% (mtm), inflasi tahunan 4,44% (yoy). Kenaikan harga tomat, daging ayam ras, dan angkutan udara menjadi penyumbang terbesar, sedangkan penurunan harga cabai rawit dan telur ayam ras menahan tekanan harga.

Sinergi Pengendalian Inflasi Melalui Empat Pilar K

KPw BI Papua bersama pemerintah daerah dan mitra strategis terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi melalui empat pilar utama, yaitu:

  1. K1 – Keterjangkauan Harga: Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara berkala di Papua dan tiga DOB bekerja sama dengan Bulog dan pemda setempat untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.
  2. K2 – Ketersediaan Pasokan: Dukungan sarana dan prasarana produksi pertanian diberikan kepada kelompok tani di Papua Tengah dan Papua Selatan untuk memastikan pasokan pangan tetap terjaga.
  3. K3 – Kelancaran Distribusi: Penyediaan fasilitas distribusi di Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan guna memperlancar arus barang dan menekan biaya logistik.
  4. K4 – Komunikasi Efektif: Edukasi publik dan capacity building TPID dilakukan melalui media sosial, forum diskusi, serta kunjungan ke klaster pertanian unggulan untuk memperkuat pemahaman masyarakat dan pelaku usaha tentang pengendalian inflasi.

Komitmen Bersama Menjaga Stabilitas Ekonomi Papua

Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, David Sipahutar, menegaskan bahwa capaian inflasi yang terjaga ini merupakan hasil nyata dari sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. “Kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar stabilitas harga dan daya beli masyarakat Papua tetap terjaga,” ujarnya.

Dengan kondisi inflasi yang masih dalam batas aman, Papua dan tiga DOB menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat di tengah tantangan nasional. Upaya bersama menjaga pasokan pangan, memperlancar distribusi, dan mengedukasi masyarakat menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Tanah Papua.

The post Inflasi Papua dan Tiga DOB Mei 2026 Tetap Terkendali, Sinergi Pengendalian Harga Terus Diperkuat first appeared on pembaruanpapua.com.