Prabowo Angkat Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Urusan Buruh
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, resmi mengemban tugas baru sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di Istana Negara, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Berdasarkan pantauan RMOL di lokasi, prosesi pelantikan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB berlangsung khidmat.
Said Iqbal berdiri bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Deyang, serta dua wakil kepala BGN yang turut dilantik, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Presiden Prabowo memasuki ruang pelantikan didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tak lama kemudian lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, dilanjutkan dengan pembacaan sumpah jabatan.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 58/P Tahun 2026, Said Iqbal resmi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan, sebelum Presiden bersama para menteri memberikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik.
Sebelum pelantikan, Said Iqbal menuturkan bahwa jabatan yang diembannya memiliki kedudukan setingkat menteri sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku.
Dalam kapasitas tersebut, ia akan berfokus memberikan berbagai masukan strategis dan analisis kebijakan kepada Presiden terkait isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh.
“Kalau menurut perpres nomor 137 tahun 2024 atau 106 tahun 2025 kedudukan setingkat dengan Menteri. Tentu nanti saya hanya memberikan banyak masukan kepada Presiden bila diminta maupun tidak diminta, dan membuat analisis kebijakan,” kata dia.
Tokoh buruh nasional itu menegaskan bahwa keputusannya menerima amanah dari Presiden Prabowo telah melalui pembahasan mendalam bersama jajaran KSPI dan kalangan pekerja.
“Bagi kami setelah kami diskusikan di KSPI khususnya dan kawan-kawan buruh, kami memutuskan untuk juga berjuang melalui di dalam. Karena secara platform perjuangan Keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada kaum rakyat kecil termasuk buruh, petani nelayan dan guru yang mendorong kami untuk bersama-sama beliau memberikan masukan,” tuturnya.
Said Iqbal dikenal sebagai salah satu figur sentral dalam gerakan buruh Indonesia. Aktivis kelahiran Jakarta, 5 Juli 1968 itu telah berkecimpung dalam perjuangan pekerja sejak 1992 saat bekerja di sebuah perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi.
Karier organisasinya terus berkembang, mulai dari menjabat Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) pada periode 1999-2006 hingga kemudian memimpin KSPI.
Selain aktif memperjuangkan hak-hak pekerja, ia juga memiliki latar belakang akademik yang kuat dengan pendidikan dari Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Jayabaya, hingga meraih gelar Magister Manajemen Ekonomi dari Universitas Indonesia.
Sumber: rmol
Foto: Pelantikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
