Sentuhan Kasih di Lereng Intan Jaya, Operasi Cinta Damai Noken Hadir untuk Kepala Suku dan Jemaat Gereja
Intan Jaya – Di tengah sejuknya pegunungan Intan Jaya, kepedulian kembali hadir melalui Operasi Cinta Damai Noken 2026 yang digelar Polres Intan Jaya. Program kemanusiaan yang digagas Polda Papua Tengah itu tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan, perhatian, dan rasa kebersamaan bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Kali ini, Polres Intan Jaya menyalurkan bantuan dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jeremias Rontini, kepada dua tokoh adat yang selama ini aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, yakni Kepala Suku Kampung Titigi, Rafael Hagisimijau, dan Kepala Suku Kampung Bilogai, Stevanus Duwitau, Minggu (7/6/2026).
Bantuan yang diberikan berupa lima karung beras, dua karton mi instan, satu karton minyak goreng, serta bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta untuk masing-masing penerima.
Kapolres Intan Jaya, Kompol Sofian C.A. Samakori, mengatakan bahwa Operasi Cinta Damai Noken merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang selama ini turut berperan menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Kami terus melaksanakan Operasi Cinta Damai Noken di wilayah Kabupaten Intan Jaya. Program ini menyasar gereja, kelompok masyarakat, serta tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi dalam menciptakan situasi yang aman dan damai. Ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Kapolda Papua Tengah kepada masyarakat,” ujar Kapolres, Minggu (7/8/2026).
Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Namun, di balik bantuan tersebut tersimpan pesan bahwa negara hadir, mendengar, dan peduli terhadap masyarakatnya.
“Yang terpenting bukan besar kecilnya bantuan, tetapi kehadiran dan perhatian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap kebersamaan ini terus terjalin sehingga keamanan dan kedamaian dapat terwujud di Intan Jaya,” katanya.
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan gereja, untuk terus menjadi pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap masyarakat dan gereja terus menggelorakan semangat persaudaraan, menjaga situasi tetap aman dan kondusif, sehingga tidak ada ruang bagi pelaku kriminal untuk mengganggu ketenteraman masyarakat,” tambahnya.
Bagi Rafael Hagisimijau, bantuan yang diterimanya bukan sekadar bantuan kebutuhan pokok. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol perhatian dan kepedulian yang selama ini diharapkan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Papua Tengah dan Polres Intan Jaya. Kami berharap Polri terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan menjadi sahabat bagi masyarakat Papua,” ungkap Rafael.
Ia menilai Operasi Cinta Damai Noken merupakan program yang sangat menyentuh kebutuhan masyarakat dan layak untuk terus dikembangkan di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Di tempat terpisah, kepedulian yang sama juga dirasakan oleh jemaat Gereja GKII Jemaat Elsaday Amin Bajemba di Kampung Yokatapa, Distrik Sugapa. Melalui Operasi Cinta Damai Noken, Polres Intan Jaya memberikan bantuan berupa tandon air, instalasi air bersih, serta mesin pompa air untuk memenuhi kebutuhan dasar jemaat.
Bantuan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan jemaat atau masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih ketika melaksanakan ibadah.
Gembala Jemaat GKII Elsaday Amin Bajemba, Yunus Sondegau, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Kapolda Papua Tengah melalui Satgas Operasi Cinta Damai Noken.
“Kami Jemaat Gereja Elsaday Amin Bajemba mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jeremias Rontini atas bantuan pemasangan tandon dan pengairan air bersih yang dilaksanakan oleh Satgas Cinta Damai Noken 2026. Bantuan ini sangat membantu jemaat kami,” katanya.
Menurut Yunus, kehadiran tandon dan fasilitas air bersih tersebut membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat dan jemaat gereja.
“Sebelumnya kami sering mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Namun sekarang dengan adanya tandon dan mesin pompa air, kebutuhan air bersih jemaat dapat terpenuhi dengan lebih baik. Ini menjadi berkat yang sangat berarti bagi kami,” tuturnya.
Melalui Operasi Cinta Damai Noken, Polda Papua Tengah terus membuktikan bahwa menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Di balik setiap bantuan yang diberikan, tersimpan harapan agar kedamaian, persaudaraan, dan kesejahteraan terus tumbuh di Tanah Papua.
The post Sentuhan Kasih di Lereng Intan Jaya, Operasi Cinta Damai Noken Hadir untuk Kepala Suku dan Jemaat Gereja first appeared on pembaruanpapua.com.