Operasi Cinta Damai Noken 2026, Saat Polri Hadir Membawa Harapan di Tengah Masyarakat Papua Tengah
Nabire – Di balik tugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polri memiliki panggilan lain yang tak kalah penting, yakni hadir sebagai sahabat dan penguat harapan bagi masyarakat. Semangat itulah yang diwujudkan Polda Papua Tengah melalui Operasi Cinta Damai Noken 2026, sebuah operasi kemanusiaan yang dirancang untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat hingga ke kampung-kampung dan pelosok Papua Tengah.
Bagi sebagian masyarakat, kehadiran polisi mungkin identik dengan penegakan hukum dan penjagaan keamanan. Namun melalui Operasi Cinta Damai Noken, Polda Papua Tengah ingin menunjukkan bahwa tugas Polri jauh lebih luas dari itu. Polisi hadir untuk mendengar, membantu, merangkul, dan berjalan bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Di tanah Papua yang kaya akan budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai persaudaraan, kedekatan antara aparat dan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kedamaian. Karena itu, Operasi Cinta Damai Noken tidak hanya berorientasi pada terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, tetapi juga membangun hubungan emosional yang kuat antara Polri dan masyarakat.
Melalui operasi ini, anggota Polri turun langsung ke tengah masyarakat, menyapa warga, berdialog dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda, sekaligus mendengarkan berbagai harapan serta persoalan yang dihadapi masyarakat. Kehadiran mereka bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menjadi bukti bahwa negara hadir dan tidak pernah meninggalkan rakyatnya.
Berbagai kegiatan sosial dan pembangunan fasilitas publik menjadi bagian dari upaya tersebut. Salah satunya adalah pembangunan pagar dan bak penampungan air di Gereja GIDI Bumirejo, Kabupaten Nabire. Bagi sebagian orang, bantuan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi jemaat dan masyarakat setempat, fasilitas tersebut memiliki arti yang besar dalam mendukung aktivitas ibadah dan kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, jajaran Polri juga membangun tandon air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Puncak. Di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat berharga. Kehadiran tandon air tersebut menjadi simbol kepedulian dan perhatian Polri terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini mungkin belum sepenuhnya terpenuhi.
Di balik setiap bantuan yang diberikan, tersimpan pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan oleh Polda Papua Tengah. Bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui patroli dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kehidupan masyarakat. Ketika masyarakat merasa diperhatikan, didengar, dan dibantu, maka kepercayaan akan tumbuh, dan dari kepercayaan itulah kedamaian dapat terjaga.
Kebijakan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, yang menekankan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi ruh dari pelaksanaan Operasi Cinta Damai Noken. Kapolda berharap setiap anggota Polri tidak hanya dikenal karena kewenangannya, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap masyarakat.
Bagi banyak warga, perhatian yang diberikan Polri menghadirkan makna tersendiri. Senyum anak-anak yang menerima bantuan, rasa syukur para orang tua yang melihat fasilitas umum diperbaiki, hingga kebahagiaan jemaat yang mendapat dukungan untuk rumah ibadah mereka menjadi gambaran bahwa kehadiran Polri mampu menghadirkan harapan di tengah masyarakat.
Kabid Humas Polda Papua Tengah, AKBP I Made Suartika, mengatakan Operasi Cinta Damai Noken 2026 merupakan salah satu upaya nyata Polri untuk memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Kapolda selalu menekankan agar seluruh personel hadir untuk melayani, mengayomi, dan mencintai masyarakat. Karena itu, Operasi Cinta Damai Noken tidak hanya menjadi program kerja, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat Papua Tengah,” ujarnya.
I Made yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Operasi Daerah (Wakaopsda) menjelaskan bahwa operasi tersebut dilaksanakan secara serentak oleh Polda Papua Tengah dan seluruh Polres jajaran 8 kabupaten selama 20 hari.
Selain kegiatan sosial dan pembangunan fasilitas publik, operasi ini juga diisi dengan Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda. Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk membangun sinergi serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Tema yang kami angkat adalah peningkatan kepercayaan masyarakat kepada Polri serta penguatan sinergi antara Polri dan tokoh adat dalam menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif. Kami ingin seluruh elemen masyarakat terlibat dalam menjaga kedamaian di Papua Tengah,” katanya.
Selain itu, Operasi Cinta Damai Noken juga memberikan dukungan kepada para tokoh masyarakat yang selama ini aktif membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Menurutnya, para tokoh masyarakat memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, termasuk Polri.
Lebih lanjut, I Made menjelaskan bahwa kegiatan dalam operasi ini disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah. Mulai dari pembangunan pagar gereja, pembuatan bak penampungan air dan tandon air, pemberian hewan ternak, bantuan bibit ikan, bibit pertanian, perbaikan sarana olahraga, hingga renovasi pos siskamling.
Setiap bantuan yang diberikan mungkin tidak selalu bernilai besar secara materi. Namun yang ingin dibangun adalah rasa kebersamaan, kepedulian, dan keyakinan bahwa Polri selalu berupaya hadir untuk membantu masyarakat.
“Tentu kegiatan yang dilakukan berbeda-beda di setiap wilayah karena menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat. Namun tujuannya sama, yaitu menghadirkan manfaat nyata dan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Dengan sentuhan-sentuhan sederhana ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap kehidupan mereka,” pungkasnya
The post Operasi Cinta Damai Noken 2026, Saat Polri Hadir Membawa Harapan di Tengah Masyarakat Papua Tengah first appeared on pembaruanpapua.com.