Rp 1 Triliun Sudah Dibayar, 21 Ribu Motor Listrik MBG Ternyata Masih Dirakit
Kepala staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman mengungkap bahwa puluhan ribu motor listrik Makan Bergizi Gratis (MBG) belum semuanya dirakit. Pengadaan motor listrik MBG sendiri tembus Rp 1 triliun.
“Ini totalnya Rp 1,03 triliun anggarannya. Nah, kemudian setelah dicek rupanya per 7 April ini masih dalam perakitan. Dan tapi ini sudah dibayar oleh pejabat lama ya,” kata Dudung, dikutip Jumat (12/6).
Pengadaan motor listrik ini sendiri terdapat praktik markup. Pengadaan yang berjumlah 21.801 motor listrik ini tak sesuai dengan nilainya yang mencapai Rp 1 triliun karena eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana diduga melakukan markup harga.
“Dan ada selisih diperkirakan sekitar Rp 200 M ya. Berbeda kalau BPK ngitungnya Rp 400 M. Ya ada markup. Ya ini mudah-mudahan proses hukumnya segera cepat ya,” jelas Dudung.
Baca Juga:Usai Kawal Demo Mahasiswa, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya Kerahkan 600 Personel Lakukan Patroli Skala Besar
Sebagai informasi, uang Rp 1 triliun tersebut dibayarkan kepada PT YAT selaku vendor. Hanya saja, PT YAT, diungkapkan Kejagung, tak memenuhi syarat karena tak punya dealer dan bengkel aktif.
Adapun PT YAT sendiri bukanlah dealer apalagi agen pemegang merek. Hal ini terungkap pada situs resmi yasagroup bahwa PT YAT bergerak pada bidang pengadaan motor listrik, logistik, dan alat kesehatan.
Selain itu, total sudah ada lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi MBG, yang terbaru yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).
Sebelumnya, Kejagung telah lebih dahulu menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, serta Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai orang kepercayaan Sony Sonjaya.
Sumber: jawapos
Foto: Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. (Jawa Pos)
