16 Juni 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Galungan dan Kuningan: Edi Wirawan Ajak Kader PSI Tabanan Mulat Sarira Jaga Ajeg Bali

Galungan dan Kuningan: Edi Wirawan Ajak Kader PSI Tabanan Mulat Sarira Jaga Ajeg Bali

 

Analisnews.co.id — TABANAN | I Made Edi Wirawan SE., ketua DPD PSI Kabupaten Tabanan, Mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan bagi pengurus, kader serta simpatisan PSI dan umat Hindu se-Bali.

Umat Hindu di Bali, Rabu 17 Juni 2026 merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Disebutkan sebagai momen kemenangan dharma atas adharma ini dimaknai mendalam oleh Edi Wirawan, S.E., Ketua DPD PSI Kabupaten Tabanan.

Bagi Edi Wirawan, Galungan bukan sekadar ritual tahunan. Hari raya ini menjadi pengingat bahwa pertarungan terbesar manusia adalah melawan keburukan dalam diri sendiri.

“Galungan adalah simbol kemenangan dharma melawan adharma. Kemenangan itu dimulai dari dalam diri kita,” ujarnya saat ditemui di Tabanan.

Ajak Kader Mulat Sarira:
Memaknai hari suci itu, DPD PSI Tabanan mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk mulat sarira. Secara harfiah, mulat berarti melihat atau mengamati, dan _sarira_ berarti badan atau diri sendiri.

Mulat sarira dimaknai sebagai introspeksi dan mawas diri. Menyadari penderitaan sesama, berani bertanggung jawab, serta siap menerima kritik sebelum bangkit bersama.

“Saat kita jujur melihat ke dalam diri, maka gotong royong akan tumbuh dengan sendirinya,” kata Edi.

Jaga Ajeg Bali lewat Tri Hita Karana:
Ajakan itu dilanjutkan dalam semangat menjaga Ajeg Bali. Menjaga Bali, kata Edi Wirawan berarti memperkuat jiwa gotong royong dan mengamalkan nilai Tri Hita Karana dalam setiap langkah.

Edi Wirawan terangkan tiga pilar utama filosofi Hindu Bali: Parhyangan untuk menjaga hubungan baik dengan Sang Hyang Widhi Wasa melalui srada dan bakti. Pawongan untuk merawat kebersamaan antar sesama dengan saling menghargai dan toleransi. _Palemahan_ untuk melestarikan alam Bali melalui menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Menjaga Taksu Bali:
Edi Wirawan, juga mendorong masyarakat menjaga taksu Bali. Baginya, taksu bukan hal gaib, melainkan perilaku.

“Taksu Bali hidup saat kita bekerja ikhlas, pemuda melestarikan budaya dan berbahasa Bali, serta birokrasi melayani tanpa pamrih. Taksu adalah wibawa yang lahir dari kejujuran, kebersihan, dan ketulusan,” tegasnya.

Ia menutup dengan pesan sederhana: “Saat dharma menang dalam diri, maka Bali yang ajeg adalah Bali yang beradab.”

#Galungan #Kuningan #AjegBali #TriHitaKarana #PSITabanan