24 Juni 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Diterima dari Polisi, Segini Rincian Duit Suap Demo yang Mengalir ke BEM UBK

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin membuat geger setelah mengaku menerima sejumlah uang yang disebut berasal dari pihak kepolisian menjelang aksi mahasiswa pada 15 Juni 2026 lalu.
Pengakuan tersebut disampaikan Abdi saat mengikuti forum klarifikasi yang digelar di lingkungan kampus UBK pada Senin, 22 Juni 2026 malam. 
Kegiatan itu dihadiri mahasiswa, pengurus organisasi kampus, serta civitas akademika yang ingin memperoleh penjelasan terkait isu yang ramai diperbincangkan dalam beberapa hari terakhir.
Akui Terima Uang Suap
Dalam forum tersebut, Abdi mengaku dirinya menerima sejumlah uang yang menurutnya berkaitan dengan upaya agar mahasiswa tidak ikut dalam aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat.
“Perihal uang itu memang saya terima, agar tidak turun aksi. Tetapi kami tetap turun,” kata diasaat disidang di hadapan teman-temannya dan civitas akademika kampus.
Abdi lantas menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan penjelasan mengenai berbagai isu yang berkembang saat demo tesebut.
Nama Abdi sebelumnya memang menjadi perhatian publik setelah dirinya termasuk dalam rombongan mahasiswa yang sempat bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka usai aksi demonstrasi mahasiswa.
Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya berperan sebagai koordinator aksi gabungan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas MH Thamrin.
Sebut Uang Berasal dari Polisi
Abdi juga mengungkapkan sumber dana yang diterimanya. Ia menyebut uang tersebut berasal dari pihak kepolisian.
“Saya menerima uang tersebut Rp20 juta dengan pembagian kawan-kawan. (Diterima) dari pihak Kepolisian,” ujarnya.
Menurut pengakuannya, dana tersebut diterima sebelum aksi berlangsung. Namun ia menegaskan bahwa demonstrasi tetap dilaksanakan meskipun uang tersebut telah diterima.
Dalam penjelasannya, Abdi turut memaparkan pembagian dana kepada sejumlah pihak yang disebut ikut terlibat dalam aktivitas organisasi maupun persiapan aksi.
Ia menyebut dua orang senior masing-masing menerima Rp2,5 juta. Selain itu, Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis disebut memperoleh Rp2 juta, serta Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum menerima Rp2,5 juta.
Selain itu, terdapat dana konsolidasi sebesar Rp300 ribu serta sejumlah pengeluaran lain yang tidak dijelaskan secara rinci.
Dirinya mengaku sempat menolak tawaran tersebut. Namun dalam perkembangannya, dana itu tetap diterima dan kemudian dibagikan kepada para rekannya.
Aksi bagi-bagi duit itupun baru dilakukan setelah demonstrasi rampung digelar.***
Sumber: konteks
Foto: Perwakilan BEM UBK mengaku terima suap usai bertemu Wapres Gibran Rakabuming Raka (Foto: Threads/@presiden.netizen.indonesia)